2 WNI Sandera Abu Sayyaf Sudah Diserahkan ke Keluarga

Seysha Desnikia - detikNews
Kamis, 14 Sep 2017 17:36 WIB
Press briefing di Kemenlu (Foto: Seysha Desnikia/detikcom)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah memulangkan 2 warga negara Indonesia (WNI)--yang disandera kelompok Abu Sayyaf--ke keluarga. Namun ada 5 WNI lainnya yang masih disandera.

"Beberapa menit lalu pada hari ini tepatnya, 2 WNI yang telah disandera oleh Abu Sayyaf dan sudah dibebaskan oleh pemerintah Indonesia dan sudah diserahkan ke keluarga oleh Menteri Luar Negeri disaksikan secara resmi oleh Wakil Bupati Majene dan juga oleh anggota DPR," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal dalam press briefing di Kemenlu, Jalan Taman Pejambon no 6, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).


Iqbal menyebut 2 WNI itu akan diterbangkan ke Majene, Sulawesi Barat, malam ini. Terkait 5 WNI yang belum dibebaskan, Iqbal menyebut pemerintah Indonesia masih terus menjalin komunikasi untuk membebaskan mereka.

"Dengan bebasnya 2 orang tersebut, masih ada 5 orang sandera WNI yang masih ada di Filipina selatan. Pemerintah terus mengupayakan pembebasan bagi 5 WNI yang disandera, berada di Pulau Sulu," ucap Iqbal.


"Komunikasi terakhir kita pada 5 sandera tersebut. Kita mendapat info bahwa 5 WNI tersebut dalam keadaan yang baik," sambungnya.

Sebelumnya, Menlu Retno LP Marsudi menyampaikan 2 WNI itu telah dibebaskan pada Kamis, 7 September 2017. Dua WNI itu bernama Saparudin bin Pon dan Sawal bin Maryam.

Kedua WNI tersebut merupakan awak kapal pencari ikan berbendera Malaysia yang dibajak kelompok Abu Sayyaf pada 19 November 2016. Pembajakan dilakukan di perairan Lahat Datu, Malaysia. (dhn/fdn)