DetikNews
Kamis 14 September 2017, 17:39 WIB

2 Pesawat Bantuan untuk Rohingya Terbang ke Bangladesh

Agus Setyadi - detikNews
2 Pesawat Bantuan untuk Rohingya Terbang ke Bangladesh Bantuan untuk Rohingya berangkat dari Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Dua pesawat Hercules TNI AU yang membawa bantuan untuk pengungsi Rohingya terbang ke Bangladesh dari Banda Aceh. Sebelumnya, pesawat bantuan menginap semalam setelah terbang dari Jakarta.

Burung besi itu lepas landas dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. Pantauan detikcom, pesawat pertama berangkat sekitar pukul 13.45 WIB, Kamis (14/9/2017).

Sejumlah personel Paskhas TNI, wartawan, serta petugas BNPB masuk ke pesawat satu per satu. Burung besi dengan nomor register A-1316 itu parkir tak jauh dari hanggar.

Setelah melakukan berbagai persiapan, pesawat kemudian menuju landasan. Tak lama berselang, pesawat lepas landas. Sedangkan pesawat kedua dengan nomor A-1319 melakukan berbagai persiapan. Pintu belakang pesawat sempat dibuka. Bantuan terlihat tersusun rapi di dalamnya.

2 Pesawat Bantuan Untuk Rohingya Terbang ke BangladeshSetiap pesawat membawa 10 ton beras. (Agus Setyadi/detikcom)
Sebelum pesawat lepas landas, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sempat masuk dan berbincang dengan beberapa personel Paskhas. Komandan Lanud SIM Kolonel Pnb Suliono ikut menemani. Rombongan Gubernur tidak lama berada di pesawat.

"Pesawat ini membawa bantuan berupa beras. Masing-masing 10 ton," kata Danlanud Kolonel Suliono kepada wartawan di lokasi.

Waktu tempuh dari Lanud SIM ke bandara di Chittagong, Bangladesh, sekitar 4 jam lebih. Tiba di sana, pesawat diberi waktu selama dua jam untuk bongkar-muat dan kemudian kembali ke Aceh.

"Untuk hari ini, pesawat yang terbang 2 pesawat. Rentang waktu antara pesawat pertama dengan pesawat kedua yaitu setengah jam," jelas Danlanud.

Sementara itu, dua pesawat lainnya dijadwalkan akan terbang besok. Persiapan keberangkatan sudah dilakukan.

"Kita sebenarnya sudah siap keempat pesawat. Kalau memang semuanya diizinkan, kita sebenarnya sudah berangkatkan semuanya. Tapi karena antarnegara, kita harus menyesuaikan," ungkap Suliono.
(fay/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed