DetikNews
Kamis 14 September 2017, 17:30 WIB

Obat PCC Sasar Siswa, Mendikbud Minta Perbatasan Diawasi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Obat PCC Sasar Siswa, Mendikbud Minta Perbatasan Diawasi Mendikbud Muhadjir Effendy (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Heboh Obat Terlarang PCC
Jakarta - Sebanyak 50 siswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi korban obat jenis PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol). Mendikbud Muhadjir Effendy meminta hal ini menjadi perhatian kepala daerah.

"Saya sudah diskusi panjang dengan gubernur-gubernur di wilayah perbatasan, memang drug trafficking memang sangat-sangat intensif. Karena itu, saya mohon ada perhatian," ujar Muhadjir di Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Menurut Muhadjir, peredaran obat-obatan terlarang yang menyasar anak-anak sering terjadi di wilayah terdepan. Tetapi di kota pun ada 'jalan-jalan tikus' yang ditembus oleh para pengedar.

"Karena memang di sana justru tidak lewat kota. Kalau di sana itu jalur-jalur obat terlarang itu kan lewat 'jalan tikus', sehingga otomatis sekitar sana tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga terkena imbas itu. Dan yang itu yang sangat rawan," ungkap Muhadjir.

[Gambas:Video 20detik]


Muhadjir tak menyoroti kasus di Kendari saja. Wilayah lain yang dinilai rawan pun, menurutnya, perlu perhatian lebih.

"Tentu saja itu bukan wewenang saya. Tapi juga saya sudah diskusi panjang, misalnya, dengan Gubernur Kaltara, untuk mendapatkan masukan informasi tentang itu dan saya juga sudah sampaikan kepada pihak yang berwenang," ujar dia.

Sebelumnya, obat yang dikenal dengan nama PCC membuat puluhan orang dilarikan ke RS dan satu di antaranya tewas. Ternyata pengedar menyasar anak di bawah umur.


"Sasaran ini adalah anak-anak di bawah umur," kata Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9).
(bag/dkp)
FOKUS BERITA: Heboh Obat Terlarang PCC
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed