DetikNews
Kamis 14 September 2017, 15:54 WIB

Presidium Tamasya Al-Maidah Sebut Asma Dewi Anggota Biasa

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Presidium Tamasya Al-Maidah Sebut Asma Dewi Anggota Biasa Presidium Tamasya Al-Maidah menggelar jumpa pers terkait Asma Dewi. (Taufik/detikcom)
Jakarta - Presidium Tamasya Al-Maidah menyebut posting-an Asma Dewi bukanlah ajaran kebencian, melainkan ungkapan protes dan kritik. Mereka meminta agar penahanan Asma Dewi ditangguhkan.

Pihak Presidium Tamasya Al-Maidah mengenal Asma Dewi sebagai Alumni 212 dan sering bertemu dalam aksi-aksi bela Islam lainnya. Pada saat pembentukan Tamasya Al-Maidah, Asma Dewi ikut aktif membantu dan sebatas sebagai anggota.

"Semua orang yang membantu menjadi anggota saja, baik anggota panitia ataupun anggota dewan penasihat," kata tokoh Presidium Tamasya Al-Maidah Daud Poli Raja di Masjid Baiturrahman, Jalan DR Saharjo, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Daud menilai penangkapan Asma Dewi merupakan kriminalisasi. Sebab, kata Daud, Asma Dewi hanya mengungkapkan protes dan kritik melalui media media sosial.

"Di sini kami anggap penangkapan ini sebagai bentuk diskriminasi hukum dan kriminalisasi oleh rezim Jokowi terhadap umat Islam," ucapnya.

Pihaknya juga mengecam proses penangkapan yang dilakukan polisi yang terkesan represif terhadap Asma Dewi, seperti menangkap penjahat yang berbahaya.

Sementara itu, Presidium Tamasya Al-Maidah mengaku tidak mengetahui hubungan Asma Dewi dengan kelompok Saracen. Kegiatan di luar Tamasya Al-Madiah adalah hak pribadi Asma Dewi.

"Kita adapun urusan dengan Saracen kita tidak pernah tahu, itu urusan pribadi dari Bu Asma Dewi," ujar Ketua Presidium Tamasya Al-Maidah Ansufri Idrus Sambo dalam kesempatan yang sama.

Sambo mengatakan Asma Dewi adalah anggota biasa di Tamasya Al-Maidah dan banyak membantu kegiatan ini. Dia membantah Tamasya Al-Maidah dikaitkan dengan Saracen.

"Jadi kalau dikaitkan dengan Saracen, kami pikir tidak pernah kami tahu dan tidak pernah juga kami diberi tahu," terangnya.

"Itu adalah hak pribadi Bu Asma Dewi. Soal transfer-mentransfer diserahkan kepada pengacara yang bisa menjawab karena kami tidak tahu," sambungnya.

Sambo juga meminta polisi menangguhkan penahanan Asma Dewi. Sebab, menurutnya, Asma Dewi adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

"Kami menjamin bahwa yang bersangkutan tidak akan melarikan diri," ujarnya.
(fiq/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed