DetikNews
Kamis 14 September 2017, 14:47 WIB

Sambut Hari Perhubungan, Menhub Rilis Film Berkonsep 'Misbar'

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Sambut Hari Perhubungan, Menhub Rilis Film Berkonsep Misbar Konferensi pers di Kemenhub (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan merilis 2 film dalam rangka Hari Perhubungan Nasional pada 17 September 2017. Rilis film itu akan dilakukan dengan konsep 'misbar' atau 'gerimis bubar' di Monas.

"Tanggal 17 September 2017 nanti, kita akan buat 'misbar'. Ada film tentang perhubungan, khususnya. Kita ingin mendidik masyarakat, terkait kebinekaan, ada satu masalah besar kalau kita tidak secara terstruktur dan serius membahas ini," kata Budi saat jumpa pers di Kemenhub, Jalan Merdeka Barat Nomor 8, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, bidang perhubungan harus lebih baik lagi. Dia mengingatkan jajarannya untuk melayani dengan senyum.

"Esensi dari hari ini bagaimana kita berusaha membuat lebih dari sebelumnya. Sekarang kita melayani tanpa tersenyum, yang akan datang ya dengan tersenyum. Kalau kita melayani kini dengan membusungkan dada, nanti kita melayani dengan menundukkan kepala," ujar Budi.

Selain itu, Budi membuat inovasi terkait tayangan di dalam kereta api, pesawat, ataupun kapal laut. Ia menggandeng beberapa seniman film untuk membuat film yang berbau kebinekaan serta memberikan pembelajaran bagi masyarakat.

"Kita ingin yang lain. Banyak matra kita di kereta, pesawat, kapal, film yang dipertontonkan tidak memberikan makna bagi bangsa. Jadi saya rasa banyak sekali film bagus dari seniman kita. Satu sisi juga memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan memberikan kesempatan bagi seniman untuk berkarya," tegasnya.

Film ini rencananya akan ditayangkan di Monas pada 17 September mendatang. Kemenhub pun bekerja sama dengan seniman, budayawan, dan aktor senior, yaitu Goenawan Mohamad dan Slamet Rahardjo.

"Kami diskusi untuk film yang mengisi ruang-ruang pikiran adek-adek kita, anak-anak kita. Saya berpikir bahwasanya film selalu bisa sebagai insan perhubungan, mengisi hari-hari masyarakat agar lebih kreatif," ucapnya.

Di tempat yang sama, Slamet mengaku senang terlibat dalam pembuatan film itu. Dia menyebut banyak adegan film yang bisa dipertontonkan di setiap transportasi perhubungan untuk sekadar memberi hiburan dan memberi pesan kebaikan.

"Ketika mendengar Kemenhub, saya mau, ada darat, ada laut, ada udara. Ya menurut saya harus ada juga didahulukan kalbu kita dulu, bersama-sama kita bisa membangun bangsa," ujarnya.

"Sehingga ada satu adegan, anaknya datang membuatkan teh manis untuk bapaknya karena bapaknya pulang capek, diambil gulanya di lemari, bapaknya bilang, 'Jangan di lemari, punya masjid, ini punya kita'. Tapi anaknya jawab, 'Punya kita sedikit. Tapi manisnya sedikit, lebih manis daripada banyak manisnya orang lain'," sambungnya.

Hal yang sama diungkapkan GM, sapaan karib Goenawan Mohamad. Ia mengatakan tawaran Kemenhub ini sangat cocok dengan dirinya.

"Saya sangat bersyukur, dan senang, ide yang beliau (Menteri) tunjukkan cocok dengan kami. Sesuai dengan yang kami inginkan untuk mempromosikan kebinekaan dengan sistematis," tuturnya.

Ada 2 film yang akan dirilis, yaitu 'Penjaga Cahaya' dan 'Sakawaku'. Film pertama, yaitu 'Penjaga Cahaya', merupakan film pendek yang menggambarkan kehidupan petugas penjaga mercusuar. Sedangkan film kedua, yaitu 'Sakawaku', merupakan travel movie yang menceritakan seorang anak di Pulau Seram yang mencari kakaknya.
(cim/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed