DetikNews
Kamis 14 September 2017, 10:43 WIB

Peneliti LIPI: Dari Jauh, Macan Tutul Bisa Mirip Harimau Jawa

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Peneliti LIPI: Dari Jauh, Macan Tutul Bisa Mirip Harimau Jawa Foto: Dok TNUK
Jakarta - Sebuah foto diduga harimau Jawa dipotret tim dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). TNUK dulunya merupakan tempat habitat harimau Jawa sebelum divonis punah.

Kini hewan karnivora lain di TNUK adalah macan tutul Jawa. Peneliti mamalia LIPI, Profesor Gono Semiadi, mengatakan perlu konfirmasi yang menunjukkan bukti otentik akan adanya harimau Jawa di TNUK. Foto yang didapat ranger TNUK itu perlu dipastikan dulu apa benar memotret harimau Jawa atau kucing besar jenis lainnya.

"Itu kan sumber informasi itu dari foto yang didapat dari jarak yang cukup jauh dan dalam posisi jauh itu macan tutul bisa kelihatan loreng. Tapi kita perlu melakukan konfirmasi yang lebih akurat, kalau zaman sekarang menggunakan camera trap," ujar Gono kepada detikcom, Rabu (13/9/2017).

Sebagaimana diketahui, macan berbeda dengan harimau. Macan punya banyak jenis, termasuk macan tutul. Sedangkan harimau adalah kucing besar yang punya motif loreng-loreng. Bisa jadi, yang terpotret di TNUK itu adalah macan, bukan harimau Jawa, yang dinyatakan sudah punah.

Menurut Gono, secara keilmiahan, harimau Jawa sudah divonis punah. Hal ini karena sudah lebih dari 50 tahun tidak ada bukti otentik yang menunjukkan pertemuan langsung dengan harimau Jawa.

"Secara keilmiahan, itu sesuatu yang kita anggap punah itu kan kita menggunakan kriteria setidaknya 50 tahun dari perjumpaan konfirmasi terakhir, tidak pernah lagi terlaporkan, itu kita putuskan punah. Jadi kalau selama 50 tahun dari perjumpaan terakhir tidak pernah dijumpai laporan tentang suatu spesies terutama spesies besar, itu cenderung kemungkinan itu sudah punah," jelas Gono.

Meski banyak warga di sekitar gunung yang mengatakan bertemu atau melihat harimau Jawa, sudah lebih dari 50 tahun tidak ada yang bisa membuktikannya. "Betul (banyak yang mengaku melihat) di gunung, kalau zaman sekarang bukti otentik itu lewat kamera. Kan dalam dunia penelitian itu menggunakan kamera jebak, jadi dengan kemajuan teknologi, sekarang bukti otentik itu dalam gambar foto yang betul-betul nanti bisa kita telaah apakah benar," ucapnya.
(nvl/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed