Baju Safari dan Tas Hitam Hamdani

Baju Safari dan Tas Hitam Hamdani

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2005 12:11 WIB
Jakarta - Penampilan Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin tidak berubah. Dia tetap tidak mengubah ciri khasnya: baju safari dan tas kecil berwarna hitam. Nama Hamdani Amin makin terkenal setelah dia diperiksa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait kasus dugaan korupsi di KPU. Sampai hari ini, Rabu (18/5/2005), Hamdani masih berstatus tahanan KPK yang dititipkan di Rutan Polda Metro Jaya. Sudah berkali-kali pria berkacamata ini didatangkan ke kantor KPK di Jl. Veteran, Jakarta Pusat untuk diperiksa. Dan hari ini, Hamdani diperiksa kesekian kalinya oleh KPK. Tapi, untuk pemeriksaan hari ini, Hamdani akan diperiksa soal dugaan korupsi di bagian TI (teknologi informasi) KPU. Penampilan Hamdani Amin tidak berubah sejak KPK memeriksanya pertama kali pada bulan April lalu. Pria yang sebagian rambutnya sudah memutih ini gampang dikenali oleh wartawan yang biasa meliput kegiatan di KPK. Baju safari warna biru tetap dikenakannya. Selain itu, tas hitam kecil tanpa tali juga tetap dibawanya. Setiap kali diperiksa KPK, Hamdani Amin memang selalu ditemani oleh baju safari dan tas hitam 'misterius' itu. Tidak ada perbedaan penampilan Hamdani, sebelum dan sesudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Biasanya, setiap kali diperiksa KPK, Hamdani juga mengenakan sepatu warna hitam. Kecuali pada Jumat (13/5/2005) lalu, Hamdani yang berbaju safari dan menenteng tas hitamnya itu hanya mengenakan sandal. Apa alasan Hamdani selalu memakai baju safari dan tas hitam ini? Belum tahu. Wartawan belum pernah menanyakan hal itu. Termasuk, apa isi tas hitam Hamdani itu. Karena waktu yang mepet, wartawan hanya sempat menanyakan tentang materi pemeriksaan terhadap Hamdani. Gaya bicara Hamdani juga pelan. Dia tampak berusaha tenang. Tapi, biasanya, dia irit kata-kata. Seperti hari ini, dia hanya berucap, "Hari ini saya diperiksa soal TI." Biasanya, yang berpanjang-panjang kata terhadap wartawan adalah pengacaranya, Abidin. Lewat mulut Abidin-lah, media massa mendapatkan bocoran-bocoran siapa saja pihak yang menerima dana taktis KPU sejumlah Rp 20 miliar itu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads