DetikNews
Rabu 13 September 2017, 18:31 WIB

Seleksi Calon Hakim Agung, DPR Kembali Ungkit Kasus Nenek Minah

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Seleksi Calon Hakim Agung, DPR Kembali Ungkit Kasus Nenek Minah Fit and proper test calon hakim agung di DPR (Gibran Maulana/detikcom)
Jakarta - Calon hakim agung Kamar Pidana Gazalba Saleh mendapat banyak pertanyaan dari Komisi III DPR saat fit and proper test. Kasus Nenek Minah, yang sempat jadi perhatian publik karena mencuri tiga buah kakao, diungkit.

"Nenek Minah, seorang tua mencuri kelapa (kakao), dihukum. Kalau misal Bapak itu menjadi hakim, bagaimana Bapak memutuskannya? Coba sebutkan misalnya pasal apa yang dikenakan?" tanya anggota Komisi III F-NasDem Taufiqulhadi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Taufiqulhadi juga bertanya soal KY dan MA. Dia ingin mendengar pendapat Gazalba soal peran dua lembaga itu.

"Nenek Minah, kalau saya hakimnya, karena kerugian barang tidaklah besar, saya lebih condong memutus Pasal 364 mengenai tindak pidana ringan, di mana ancaman maksimal 3 bulan," jawab Gazalba.

Untuk peran MA dan KY, menurutnya dua lembaga itu tak boleh saling salip dalam tugas. "KY lebih pada penekanan kode etik hakim, sedangkan MA menjurus pada pengawasan dan administrasi," jawab Gazalba.

Seperti diketahui, pada 2009, Nenek Minah dijatuhi vonis 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Ia divonis karena memetik tiga buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan.
(gbr/)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed