Operasi pemancingan begal itu dilakukan pada 9 September lalu. Nandia, yang dijadikan 'umpan', membawa sepeda motor sendirian di Jalan Benteng, Makassar, di pinggir Sungai Cisadane, Tangerang, pada malam hari.
Sebetulnya Nandia tak sepenuhnya sendirian. Ada tim buser dengan jarak tertentu serta polwan lainnya yang juga menjadi umpan, Bripda Moliziah Olifah. Jarak antara Nandia dan Moliziah tak begitu jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bripda Nandia yang dijadikan umpan untuk memancing begal. |
Nandia mengatakan saat itu dia lebih banyak melakukan gerakan bertahan. Dia beberapa kali menangkis serangan si begal.
"Menahan dulu. Dia mukul dan saya menangkis. Kita nggak terlalu untuk membalas," ujar Nandia.
Tak lama kemudian, Bripda Moli dan tim buser datang. Empat begal kemudian mencoba melarikan diri. Bripda Nandia tak lagi sendiri.
"Awalnya sempat saya berdua terlibat adu fisik, tapi nggak lama tim buser datang," ujar Bripda Moli.
Nandia dan Moli sama-sama menguasai dasar bela diri. Mereka mendapatkannya saat mengikuti pendidikan sebagai polisi.
"Kita judo. Latihannya seminggu sekali," kata Moli. (abw/fjp)












































Bripda Nandia yang dijadikan umpan untuk memancing begal.