DetikNews
Rabu 13 September 2017, 13:51 WIB

Mengenal Cox's Bazar, Tujuan Akhir Bantuan RI untuk Rohingya

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Mengenal Coxs Bazar, Tujuan Akhir Bantuan RI untuk Rohingya Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar pada Februari 2017. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain/Files)
Jakarta - Bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya dikirimkan ke Chittagong lewat udara. Sebanyak 4 pesawat Hercules milik TNI AU diterbangkan dengan membawa total 34 ton bantuan.

"Pesawat akan mendarat di Chittagong, jadi tidak mendarat di Cox's Bazar, sementara jarak antara Chittagong dan Cox's Bazar itu sekitar 170 km," kata Menlu Retno Marsudi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 September 2017.



Chittagong adalah satu dari enam divisi yang ada di Bangladesh. Mirip-mirip seperti provinsi. Di Chittagong terdapat sebuah bandara bernama Shah Amanat.

Dari bandara itu nantinya bantuan Indonesia akan dikirim melalui jalur darat menuju Cox's Bazar, yang juga masih berada di divisi Chittagong. Jarak antara bandara dan Cox's Bazar sekitar 170 kilometer. Di Cox's Bazar inilah banyak terdapat pengungsi Rohingya.

Cox's Bazar terletak dekat dengan Myanmar. Namun jarak terdekat dari Rakhine State, Myanmar, menuju Cox's Bazar harus melewati medan yang terjal.

Cox's Bazar dikenal sebagai wilayah yang indah. Wilayah ini memiliki garis pantai natural yang panjang, yakni mencapai 125 kilometer.

Baca Juga: Siap Mati Demi Rohingya

Divisi Chittagong memiliki luas wilayah 33,7 kilometer persegi. Divisi ini beribu kota di Chittagong, yang merupakan kota terbesar kedua di Bangladesh. Sebagian besar penduduk Chittagong merupakan etnis Arab, Afgan, dan Mughal. Divisi Chittagong sendiri merupakan wilayah bersejarah yang sejak sebelum Masehi menjadi kota pelabuhan besar.

Dikutip dari buku 'Bangladesh Maritime History' tulisan Ghulam M Suhrawardi, Chittagong diyakini berasal dari dialek bahasa Arab, 'shetgang', yang berarti delta sungai.

Pada abad keempat, pedagang dari Timur Tengah dan China sering ke Chittagong. Selanjutnya pada abad ke-9, pedagang dari Oman dan Yaman datang. Hingga abad ke-16, bangsa Portugis datang dan menyebutnya 'Porte Grande'.
(bag/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed