DetikNews
Selasa 12 September 2017, 23:50 WIB

Polisi Belum Periksa NS Anggota Inti Saracen soal Uang Asma Dewi

Audrey Santoso - detikNews
Polisi Belum Periksa NS Anggota Inti Saracen soal Uang Asma Dewi Foto: Facebook Asma Dewi Ali Hasjim
Jakarta - Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan seseorang berinisial NS, yang disebut-sebut sebagai anggota inti Saracen, belum diperiksa penyidik. NS disebut mengetahui dana dari Asma Dewi ke Saracen sebesar Rp 75 juta.

"NS belum diperiksa sampai saat ini," kata Martinus di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

Hal tersebut menjadi alasan para juru bicara Polri tidak dapat gamblang menyampaikan apa saja temuan penyidik kepada masyarakat. Martinus mengatakan ada kekhawatiran NS kabur jika mengantongi apa saja hasil penyelidikan polisi terhadap perannya di kelompok pengujar kebencian itu.

"Tidak semua bisa kami publikasikan. Nanti NS kabur. Ini kan hal-hal yang perlu kita batasi," ujar Martinus.

Ditanyai apakah penyidik sudah melakukan konfirmasi kepada bos Saracen, Jasriadi, soal adanya aliran dana itu, Martinus menerangkan kepolisian menyimpan dulu pengakuan Jasriadi.

"Kita simpan dulu itu. Informasi itu kami keep. Kalau nanti saya sampaikan, saya bilang itu kenal atau tidak, nanti jadi bahan mereka (untuk berkilah)," jelas Martinus.

Polisi sebelumnya mengungkapkan telah mengantongi informasi adanya aliran dana dari tersangka ujaran kebencian, SARA, dan penghinaan, Asma Dewi, kepada grup Saracen. Uang tersebut dikirim Asma Dewi ke rekening NS, kemudian diteruskan ke seseorang berinisial D, dan terakhir ke R, yang merupakan bendahara grup produsen ujaran kebencian dan SARA serta konten hoax tersebut.




(aud/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Foto News

    Foto: Penampakan Setya Novanto Saat Tiba di RSCM

    DETIKPHOTO | Jumat 17 November 2017, 14:05 WIB Tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, tiba di RSCM Kencana, Jakarta Pusat. Novanto dipindah ke RSCM Kencana untuk menjalani perawatan medis.