DetikNews
Selasa 12 September 2017, 20:43 WIB

Ustaz Sambo Bantah Asma Dewi Pernah Jadi Bendahara Alumni 212

Jabbar Ramdhani - detikNews
Ustaz Sambo Bantah Asma Dewi Pernah Jadi Bendahara Alumni 212 Asma Dewi (Foto: Facebook Asma Dewi Ali Hasjim)
Jakarta - Ustaz Ansufri Idrus Sambo membantah informasi Asma Dewi ikut menjabat bendahara di Presidium Alumni 212. Sambo, yang pernah menjabat Ketua Presidium Alumni 212, mengatakan hanya ada tiga jabatan dalam kepengurusannya.

"Di periode kepengurusan saya, tidak ada jabatan bendahara. Yang ada hanya ketua, sekretaris, dan ketua penasihat. Adapun semuanya adalah anggota pengurus atau anggota dewan penasihat," kata Sambo lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (12/9/2017).

"Nggak betul Asma Dewi sebagai koordinator ataupun bendahara," sambungnya.


Dia mengatakan Asma Dewi ialah simpatisan yang ikut membantu di Presidium Alumni 212. Menurutnya, Asma juga sempat membentuk Tamasya Al-Maidah bersama orang lainnya.

"Awalnya Tamasya Al-Maidah adalah panitia program saja, kemudian diperbesar cakupan anggotanya menjadi di bawah Presidium Alumni 212, yang fokus pada pemenangan gubernur muslim Jakarta," ujarnya.


Kemudian, seusai Pilkada Jakarta, Tamasya Al-Maidah selesai tugasnya. Namun Presidium Alumni 212 tetap dipertahankan dengan tugasnya berubah menjadi membela para ulama dan aktivis.

Sambo mengaku kenal baik dengan Asma Dewi. Keduanya sering bertemu dalam aksi-aksi bela Islam.

"Saya kenal baik dengan Bu Asma Dewi sebagai Alumni 212. Kita sering ketemu dalam aksi-aksi bela Islam," ujarnya.


Dia mengatakan, lembaga Tamasya Al-Maidah 51 dan Alumni 212 bersifat ad hoc. Lembaga ini juga memiliki sifat terbuka dalam keanggotaannya.

"Karena lembaga ini hanya bersifat ad hoc, hanya untuk mengawal Pilkada Jakarta. Adapun anggotanya bersifat terbuka bagi Alumni 212 dan siapa saja yang mau berjuang dan membantu memenangkan gubernur muslim di Jakarta," tuturnya.

Sambo mengatakan akan melakukan pembelaan kepada Asma Dewi sebagai bentuk solidaritas.


"Insyaallah kita akan adakan pembelaan kepada Bu Asma Dewi sebagai bentuk solidaritas kepada sesama pejuang Alumni 212 dan anak bangsa yang sedang dikriminalisasi oleh rezim penguasa saat ini," katanya.

Asma Dewi ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri atas kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian (hate speech). Dia ditangkap di kompleks Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI), Ampera, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/9).


Penangkapan itu terkait hate speech Asma Dewi di media sosial Facebook. Pada penyelidikan selanjutnya, polisi menyebut Asma Dewi memiliki keterkaitan dengan grup penyebar kebencian, Saracen.

Pengacara Asma Dewi, Djudju Purwantoro, membantah hal tersebut. Menurutnya, Asma tidak mengenal grup Saracen.
(jbr/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed