"Tunggu saja saatnya (pengumuman maju Pilgub Jatim)," ujar Khofifah di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2017).
Khofifah mengatakan, selama masa konsolidasinya dengan berbagai pihak, ia merasa keputusan untuk maju di Pilgub Jatim sudah cukup. Namun dia mengaku belum mengajukan izin kepada Presiden Joko Widodo soal niat majunya ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, dari silaturahim yang saya lakukan selama ini, proses yang sudah berjalan, jikalau pada saatnya keputusan untuk maju Pilgub, insyaallah sudah cukup. Untuk izin belum," jelas Khofifah.
Dia mengatakan siap menerima dukungan dari partai nasionalis atau religius. Sebab, pada dasarnya, kata Khofifah, semua partai berjalan seiringan.
"Saya tidak melihat partai yang secara ideologis itu diametral yang satu dengan yang lain. Di lapangan nggak begitu, masing-masing yang nasionalis, nasionalis-religius. Jadi pada dasarnya seiring, ya," ucap Ketum PP Muslimat NU itu.
Beberapa waktu lalu Khofifah menunaikan ibadah haji. Ia menepis anggapan bahwa kepergiannya ke Tanah Suci untuk menghilangkan kegalauannya terkait Pilgub Jatim.
"Lailahaillallah. Lihatlah wajahku, masak aku galau," tutup Khofifah. (lkw/elz)











































