Keluarga Tak Hadir Saat Makam Abi Tertuduh Pencuri Vape Dibongkar

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 12 Sep 2017 18:57 WIB
Pengacara pihak keluarga Abi tertuduh pencuri vape, Abdullah Syarief (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Pihak keluarga tak hadir dalam proses pembongkaran kuburan Abi Qowi Suparto (20), yang diduga mencuri vape seharga Rp 1,6 juta. Keluarga disebut tak sanggup melihat kondisi jasad Abi.

"Nggak kuat untuk melihat kondisi jenazah," kata pengacara pihak keluarga, Abdullah Syarief, di TPU Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Meski begitu, keluarga telah mengizinkan polisi membongkar makam Abi. Pembongkaran disetujui oleh pihak keluarga untuk mendukung proses penyidikan dalam kasus pengeroyokan ini.

"Kalau proses autopsi merupakan proses penyidikan, kami dari pihak keluarga sudah memberikan izin untuk dilakukan autopsi pada hari ini. Jadi pada waktu membuat laporan sudah ditanyakan, bersedia memberi izin apabila penyidik melakukan pembongkaran terhadap makam. Selagi itu kepentingan penyidikan, kita tidak berkeberatan untuk memberikan izin terkait pembongkaran," tutur Syarief.

Syarief menyebut pihak keluarga sebenarnya telah mengikhlaskan kepergian Abi. Namun, dua hari setelah kematian Abi, beredar video pengeroyokan terhadap Abi yang mengakibatkan keluarga melapor ke polisi.

"Sebelumnya, pihak keluarga sudah mengikhlaskan, tapi ada temannya yang memperlihatkan video kekerasan," tuturnya.

[Gambas:Video 20detik]

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengungkapkan tim forensik menemukan beberapa titik luka pada jasad Abi saat proses autopsi dilakukan.

"Bagian mata sebelah kiri ke belakang ada luka memar," ungkapnya.

Namun Hendy tidak menjelaskan secara detail mengenai luka-luka yang ditemukan itu. Hasil resmi akan diberikan secepatnya oleh dokter forensik yang menangani autopsi.

"Secara rinci hasilnya saya nunggu laporan dari dokter forensik," jelasnya. (knv/idh)