Suheli misalkan, warga Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang mengalami gagal panen karena tambak udang miliknya tercemar akibat limbah. 4 Hektar tambak miliknya kebetulan dekat dengan aliran Sungai Ciujung. Semenjak tercemar pada Agustus lalu, udang miliknya yang sudah memasuki masa panen mati karena keracunan.
"Kalau sudah kena limbah parah, kerugian mah sudah puluhan juta rupiah. Apalagi tambak yang di pinggiran bantaran sungai. Makanya kalau ada limbah ditutup salurannya," kata Suheli saat berbincang dengan wartawan di Tirtayasa, Serang, Banten, Selasa (12/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada minggu lalu, selain dirinya juga banyak penambak ikan dan udang mengalami kerugian. Apalagi, saat angin timur datang, limbah yang seharusnya terbuang ke laut malah tertahan dan kembali ke Ciujung. Limbah tersebut masuk ke aliran-aliran kecil dan langsung masuk ke lahan penambak.
Selain itu, Jakid penambak ikan bandeng juga mengalami hal yang sama. Pada seminggu lalu ikan di tambak 2 hektar miliknya mengalami keracunan lalu mati. Padahal, ikan bandeng miliknya sudah sampai ukuran hampir panen. Ia juga merugi sampai jutaan rupiah.
"Sudah seminggu lalu, lagi airnya hitam masuk semuanya (ke tambak). Udang habis, ikan habis, kosong pada mati," kata Jakid.
Gara-gara limbah tersebut saat ini Jakid mengaku tidak memiliki penghasilan lain. 2 hektar tambak miliknya sekarang dibiarkan begitu saja sampai Sungai Ciujung normal.
"Kebagiannya susah terus. Nggak dimasukin air, kering empang. Ditaruh ikan, datang limbah, habis. Serba susah orang kecil mah, makannya nggak kenyang," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, total 43 ribu meter kubik limbah dibuang setiap hari ke Sungai Ciujung di Serang. Debit pembuangan limbah paling besar dibuang oleh perusahaan di Cikande sebanyak 37 ribu meter kubik perhari. Sisanya, sebanyak 15 industri rutin membuang limbah sekitar 6 ribu meter kubik perhari.
"Pembuangan itu ada tetap selama (debit air) belum normal. Kalau sudah nol, SOP-nya terutama Indah Kiat yang punya kapasitas terbesar 37 ribu meter kubik perhari, debit Ciujung nol tidak boleh membuang lagi, harus melalui tandon," kata Kustaman dari Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang pada Selasa (29/7). (bri/fay)











































