Saat Jaksa Agung Sindir OTT Bikin Gaduh

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 11 Sep 2017 18:55 WIB
Jaksa Agung Prasetyo (Ari Saputra/detikcom)
Jaksa Agung Prasetyo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengkritik operasi tangkap tangan (OTT) untuk penindakan kasus korupsi. Prasetyo menilai OTT membuat gaduh.

"Penindakan kasus korupsi dengan melakukan operasi tangkap tangan yang dilaksanakan di negara kita yang terasa gaduh dan ingar-bingar, namun IPK (indeks persepsi korupsi) Indonesia dalam beberapa tahun ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan," ujar Prasetyo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Namun Prasetyo tak menyebutkan secara spesifik soal lembaga penegak hukum yang membuat gaduh saat OTT. Ia menyarankan, pemberantasan korupsi sebaiknya berbasis pencegahan. Ia membandingkan apa yang dilakukan Singapura dan Malaysia.


"Karena itu, sudah saatnya kita menyimak praktik penegakan hukum di kedua negara tersebut yang dalam jangka panjang akan lebih efektif dilakukan melalui pencegahan, meskipun penegakan hukum pencegahan tidak populer dan tidak banyak dilihat dan jauh dari hiruk-pikuk," paparnya.

Prasetyo membandingkan pemberantasan korupsi di Singapura dan Malaysia. Menurutnya, penegakan hukum di kedua negara tersebut tak tumpang tindih.

"Yang perlu dicermati bahwa kejaksaan, baik di Singapura dan Malaysia, merupakan institusi yang berwenang menentukan dapat-tidaknya suatu perkara ditingkatkan ke tahap penuntutan dan persidangan di pengadilan," imbuh Prasetyo.

"Baik di Malaysia maupun Singapura, praktik penegakan hukum berjalan harmonis, tidak bersaing, apalagi menjatuhkan," sebut dia. (dkp/elz)