DetikNews
Senin 11 September 2017, 18:06 WIB

Aksi CIA Gulingkan Sukarno

Kisah Intel Cantik Nyaris Bobol Istana

Erwin Dariyanto - detikNews
Kisah Intel Cantik Nyaris Bobol Istana Ilustrasi: Fuad Hasyim/detikcom
Jakarta - Segenap cara dilakukan oleh Central Intelligence Agency (CIA) untuk memata-matai Presiden Sukarno. Salah satunya dengan menyusupkan agen cantik ke Istana Negara. Seperti apa ceritanya?

Musim libur ulangan umum anak SMA tahun ajaran 1963-1964. Megawati Soekarnoputri dan kedua adik perempuannya pergi ke Bandung untuk menengok sang kakak, Guntur Soekarnoputra. Saat itu Guntur, putra pertama Presiden Sukarno itu tengah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti kebiasaan mereka setiap kali bertemu, hal pertama yang dibahas adalah soal hubungan Bung Karno dengan para istrinya. Saat Guntur kuliah di ITB, Bung Karno telah menikah lagi dan Fatmawati memilih meninggalkan istana dan tinggal di jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru.

Megawati dan ketiga adiknya masih tinggal di Istana bersama Bung Karno. Dari ketiga adiknya inilah, Guntur mendapat laporan bahwa saat ini ada seorang mahasiswi berparas ayu asal Amerika Serikat yang belajar kesenian Jawa di Istana Negara.

Kepada Guntur, Megawati menggambarkan kecantikan sang mahasiswi itu mirip seperti Suzanne Pleshete. "Pokoknya cakep deh...Ampun! Mirip Suzanne Pleshete, tapi rambutnya panjangan, apalagi kalau pakai kebaya Jawa...waduh luwes sekali!," tutur Mega seperti dikutip dari buku, "Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku", Senin (11/9/2017).

Dalam kesempatan pulang ke Jakarta, Guntur bertanya kepada Bung Karno soal sosok mahasiswi cantik yang diceritakan Mega. Sebaliknya si Bung tak cuma menjelaskan dan memuji sosok si mahasiswi asing yang tak disebut namanya itu, juga meminta persetujuan Guntur agar mahasiswi AS itu bisa tinggal di istana.

Guntur tak kuasa menolak juga menerimanya. Guna mengulur waktu, dia meminta waktu sebulan untuk memikirkannya. "Ya…pikirkanlah," timpal Bung Karno. Tapi ketika tiga bulan berselang isu tersebut tak pernah lagi disinggung, Guntur yang justru keheranan. Apalagi dia pun tak lagi melihat batang hidung si mahasiswa berlatih menari di istana.


"Dia diusir dari Indonesia." kata Bung Karno. Guntur kaget, sekaligus bersyukur mendengar kabar tersebut. "Ternyata dia adalah anggota CIA," kata si Bung yang mengaku mendapatkan informasi tersebut dari
Presiden Pakistan Ayub Khan (1958-1969).

Si penari tadi sepertinya bukan perempuan satu-satunya yang disusupkan CIA untuk mendekati Sukarno. Willem Oltmans dalam buku "Bung Karno Sahabatku" pun mengungkapkan CIA patut diduga pernah mengutus perempuan bernama Pat Price untuk menaklukan Sukarno.

Hal itu juga terjadi pada 1960-an, ketika Bung Karno tengah berbincang dengan Ali Bhuto dari Paksitan di sebuah lobi hotel di Mesir. Tiba-tiba Pat Price mendekati Sukarno dan menyatakan ingin membuat studi tentang Indonesia untuk menyusun sebuah buku. Entah karena terpikat kecantikan perempuan itu atau ada alasan lain, si Bung langsung menyambutnya dengan antusias.

Menyimak hal itu Ali Bhuto langsung mengingatkan, "Bung Karno waspadalah". Rupanya, tulis Will, Pat Price yang genit dan cantik itu seorang agen CIA.


(erd/jat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed