Jalan Lintas Timur Sumatera Makin Rusak Parah
Selasa, 17 Mei 2005 22:42 WIB
Palembang - Putusnya Jalan Lintas Tengah Sumatera akibat ambruknya Jembatan Air Lingsing di Lahat, menyebabkan arus konvoi truk dan kendaraan berat beralih ke Jalan Lintas Timur. Kondisi ini menyebabkan Jalan Lintas Timur Sumatera makin rusak parah. Sebelumnya sebagian besar badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) memang sudah berlubang, aspal terkelupas dan berlumpur akibat digerus hujan lebat. Jika selama ini waktu tempuh Palembang-Lampung tidak lebih dari lima jam sekarang bisa mencapai 12 jam."Padahal jalan ini sebelumnya yang paling aman. Selain waktu yang relatif cepat, juga tidak banyak tikungan dan datar," ujar Hartono, supir truk sembako dari Lampung, kepada pers di Desa Siberuk, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Selasa (17/5/2005).Saat ini pengguna ruas Jalintim harus lebih hati-hati. Apalagi sekarang konvoi truk makin ramai dan semua kendaraan dari Medan, Padang dan Riau yang akan ke Jawa mau tak mau harus melewati Jalintim.Pernyataan senada dikatakan Sofyan, sopir travel Bintang Mas, jurusan Palembang-Lampung. "Ramai nian sekarang ini. Jalan rusak, jadi kita merayap bawa mobil. Tapi, ya tidak ada pilihan lain," katanya.Jalan Lintas Timur yang mengalami kerusakan paling parah terjadi di sepanjang jalan Desa Dabuk Rejo, Desa Suryoadi, serta Desa Tebing Suluh, Lempung, OKI, Sumsel. Jalintim mempunyai panjang sekitar 400 kilometer. Kondisinya memang dataran rendah dan rawa-rawa. Jalan ini daya dukungnya ditingkatkan dari 8 ton menjadi 10 ton. Sementara konvoi truk yang selama ini melintas jalan itu membawa muatan rata-rata diatas 15 ton.
(fab/)











































