DetikNews
Senin 11 September 2017, 17:11 WIB

Polisi Selidiki Ponpes di Bogor yang Diduga Didik Bocah Petarung ISIS

Audrey Santoso - detikNews
Polisi Selidiki Ponpes di Bogor yang Diduga Didik Bocah Petarung ISIS Foto: Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto (Faieq-detikcom)
Jakarta - Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, membenarkan masuknya data tentang Hatf Saiful Rasul, bocah 11 tahun yang disebut tewas sebagai militan ISIS di Suriah. Setyo mengatakan Densus 88 Antiteror kini sedang menyelidiki dugaan Hatf dikirim ke Suriah oleh pihak Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud, tempatnya menimba ilmu.

"Kita baru tahu bahwa anak itu dari salah satu pesantren di Bogor itu. Densus 88 lagi melakukan penyelidikan karena dari pondok pesantren sendiri membantah, mengatakan tidak mendukung ISIS," ujar Setyo di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Penyelidikan dilakukan, lanjut Setyo, mengingat Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud pernah memberangkatkan beberapa siswa dan pembinanya ke Timur Tengah. Penyelidikan ada atau tidaknya gerakan radikal juga dilakukan mengingat salah satu guru di ponpes tersebut melakukan pembakaran terhadap umbul-umbul merah putih saat jelang perayaan HUT RI ke-70, Agustus lalu.

"Ada beberapa siswa dan pembinanya kan yang berangkat. Nanti kita dalami (kaitan ponpes dengan keberangkatan ke Timur Tengah). Pesantren itu juga kan juga beberapa waktu lalu gurunya melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih. Nanti didalami," terang Setyo.

Dilansir Reuters, Minggu (10/9), awalnya Hatf mengunjungi ayahnya bernama Syaiful Anam di penjara berpengamanan tinggi di Timur Tengah. Hatf menjenguk ayahnya saat ponpes sedang libur. Syaiful Anam menceritakan tentang keterkaitan anaknya dengan kelompok ISIS dalam esai 12 ribu kata, diunggah secara daring.

Hatf memberi tahu ayahnya bahwa teman-teman dan guru-guru dari Ponpes telah pergi berperang untuk ISIS dan "menjadi martir di sana". Anam setuju melepasnya pergi ke medan perang. Dia mengatakan sekolah tempat Hatf belajar dikelola oleh "kawan-kawan seperjuangan yang menyebarkan ideologi kami".

Hatf kemudian pergi ke Suriah dengan kelompoknya pada 2015. Dia bergabung dengan kelompok petarung dari Prancis. Hatf dikabarkan tewas akibat serangan udara. Tiga petempur ISIS asal Indonesia di kota Jarabulus Suriah ikut mati.
(aud/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed