DetikNews
Senin 11 September 2017, 16:08 WIB

Ini Dampak Jika Kelelawar 'Vampir' Raksasa Punah di Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Ini Dampak Jika Kelelawar Vampir Raksasa Punah di Aceh Kelelawar raksasa Pteropus vampyrus (Dok Wikimedia Commons)
Banda Aceh - Kelelawar raksasa diduga Pteropus vampyrus ditangkap di Aceh Besar lalu dibunuh. Warga takut dengan ukurannya. Padahal kalau sampai punah, kita rugi sendiri.

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, mengatakan, ada dampak ekologis seandainya kelelawar Pteropus vampyrus punah. Penyerbukan pohon buah-buahan di daerah yang menjadi habitatnya akan berkurang. Akibatnya, jika lokasi tersebut dijadikan perkebunan masyarakat maka perpohonan terancam tidak akan berbuah.

Sebabnya, spesies kelelawar juga mempunyai fungsi seperti burung atau kupu-kupu. Penyerbukan terhadap pohon berbuah dilakukan dengan hinggap di nektar bunga pohon.

"Teknisnya seperti ini, kelelawar hinggap di atas serbuk sari bunga untuk menyerap nektar, lalu sebagian serbuk sari menempel pada kaki kelelawar. Kelelawar kembali mencari bunga lain untuk dihisap nektarnya. Nah pada proses ini serbuk sari yang menempel di kaki kelelawar akan mengenai kepala putik bunga yang lain sehingga terjadi pembuahan," kata Zainal kepada detikcom, Senin (11/9/2017).

Menurutnya, para petani tidak sepantasnya merasa terganggu dengan kelelawar di perkebunan mereka. Kehadiran kelelawar ini, katanya, juga membawa banyak manfaat untuk tanaman.

"Mereka (kelelawar) mengambil hak mereka. Kan mereka yang buat pohon tersebut berbuah. Tidak semua buah dari pohon pun akan dihabiskan. Mereka akan makan secukupnya," ungkap Zainal.

Sementara untuk kotoran yang jatuh ke tanah, jelas Zainal, akan membuat pohon tumbuh subur. Soalnya, kotoran kelelawar mengandung nitrogen, fosfos dan potassium.

"Sangat bagus disamping amonia, asam urat, asam fosfat, asam oksalat, dan asam karbonat, serta garam tanah," jelasnya.

Seperti diketahui, tim riset Natural Aceh melakukan identifikasi jenis dan komposisi kelelawar di kawasan Pegunungan Seulawah, Aceh Besar, Aceh. Para peneliti menangkap kelelawar untuk diidentifkasi. Tiga tim peneliti kini melaksanakan penyisiran hingga 368 Mdpl.
(fay/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed