DetikNews
Senin 11 September 2017, 15:24 WIB

Ini Pengacara Cantik Pendamping OC Kaligis dalam Sidang di MK

Bisma Alief Laksana - detikNews
Ini Pengacara Cantik Pendamping OC Kaligis dalam Sidang di MK
Jakarta -
5 Orang napi Lapas Sukamiskin yaitu OC Kaligis, Irman Gusman, Suryadharma Ali, Barnabas Suebu dan Waryana Karno kembali mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menghadiri sidang gugatan UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan.
Kelima pemohon dikuasakan oleh M Rullyandi, yang merupakan kuasa hukum Suryadharma Ali. Selain Rully, ada beberapa wanita-wanita cantik yang menjadi pengacara para koruptor. Di tim kuasa hukum ada nama Sarah Chairunnisa yang merupakan anak didik dari OC Kaligis.
"Iya saya salah satu kuasa hukum mereka, salah satunya Pak OC. Saya anak didik Pak OC," kata Sarah di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).
Sarah menjelaskan mengapa para koruptor menggugat UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan yang kemudian diturunkan dalam PP 99/2012. Dengan terbata-bata, dia memaparkan argumennya kepada media.
"PP kan lebih rendah dari UU. Gimana ya jelasinnya. Karena tidak dijaga dari UU itu dengan baik, makanya PP muncul. Jadi UU itu tidak mencakup tentang dasar-dasar pemasyarakatan, yang seharusnya dilakukan, yang seharusnya diterapkan, yang seharusnya diatur oleh UU, maksudnya gitu. Makanya keluar PP itu," ujar Sarah terbata-bata menjelaskan.
Ini Pengacara Cantik Pendamping OC Kaligis dalam Sidang di MKFoto: Bisma Alief/detikcom
Menurutnya, bila UU 12/1995 mencakup semua hal tentang pemasyarakatan, termasuk soal pemberian remisi, maka PP 99/2012 tidak akan keluar. Karena itu, dia berpendapat ada kesalahan dalam UU tersebut.
"Karena kan UU-nya berjenjangkan. PP ini lahir atas UU 1995 (UU 12/1995) itu mencakup semuanya gitu loh. Ada beberapa undang-undang dari 1995 (UU 15/1995) ini yang nggak mencakup tentang pemasyarakatan. Makanya timbul PP ini (PP 99/2012). Sebenarnya kalau UU ini sudah mencakup semuanya, seharusnya PP nggak keluar lagi. PP yang lahir ini melawan uu. UUD itu nggak ada deskriminasi pada napi, semua dapat remisi," ucapnya lagi.
UU Nomor 12/1995 tentang Pemasyarakatan digugat oleh 5 koruptor. Kelimanya adalahOC Kaligis, Irman Gusman, Suryadharma Ali, Barnabas Suebu dan Waryana Karno.

Mereka merupakan napi yang saat ini sedang mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi. Para pemohon merasa pasal 14 ayat 1 huruf I UU Pemasyarakatan tidak sesuai dengan Pasal 34 a ayat 1 Peraturan Pemerintah No 99/2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

Para pemohon merasa dibedakan dengan napi lainnya karena adanya Peraturan Pemerintah tersebut. Karena mereka merasa ada ketidakadilan soal remisi pada koruptor



(bis/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed