Jokowi Kritik Universitas yang Tak Berani Berubah

Jokowi Kritik Universitas yang Tak Berani Berubah

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 11 Sep 2017 15:27 WIB
Jokowi Kritik Universitas yang Tak Berani Berubah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad)./ Foto: Danu Damarjati/detikcom
Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berorasi di Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran (Unpad). Dia melancarkan kritiknya soal pendidikan universitas yang minim inovasi.

"Apa yang harus kita persiapkan? Ya harus berani berubah," kata Jokowi di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jl Dipati Ukur, Bandung, Senin (11/9/2017).

Jokowi mengemukakan teknologi membuat perubahan besar di segala sendi kehidupan manusia. Ranah ekonomi, informasi, politik, sosial, dan budaya, semuanya kena perubahan. Maka pihak universitas harus menyiapkan pendidikan yang tepat menyongsong perubahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenyataanya, universitas dipandang tak terlalu banyak berubah sejak beberapa dasawarsa lalu. Tak ada jurusan-jurusan baru yang dibuka seiring perkembangan zaman.

"Bertahun-tahun universitas kita fakultasnya tidak berubah. Fakultas ekonomi ya sama, jurusannya manajemen, ekonomi pembangunan, akuntansi," tutur Jokowi.

"Padahal yang dibutuhkan kenapa tidak fakultas jurusan logistik, retail manajemen, toko online? Karena dunia sudah berubah. Ini harus kita antisipasi. Kalau tidak begitu, kita kalah dengan negara-negara lain," tutur Jokowi, sambil mewanti-wanti.

Orasi disampaikannya dengan santai, kadang juga semi-guyon. Ada pula gambar presentasi yang membuat orasi lebih menarik. Intinya, universitaria harus menyesuaikan diri dengan zaman. Kalau perlu, munculkan saja fakultas dan jurusan yang sama sekali baru. Misalnya fakultas media sosial jurusan meme.

Di ranah Fakultas Sosial-Politik, Jokowi memperhatikan selalu ada jurusan yang pasti seperti hubungan internasional, sosiologi, atau administrasi negara.

"Di semua universitas kurang lebih begitu. Hal-hal yang berkaitan dengan sosial media kenapa tidak?" kata Jokowi menyarankan.

Kata dia, sosial media sangat mempengaruhi kondisi sosial-politik kekinian. Apalagi ke depan, Generasi Y akan menjadi penerus kehidupan. Mereka adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi informasi.

"Itu akan mempengaruhi sosial dan politik. Karena interaksi semuanya lewat sosial media. Sementara Generasi Y akan men-drive perubahan itu. Mereka yang akan menentukan pasar, ekonomi, dan politik," tiliknya.

Perubahan dunia saat ini, menurut pengamatan Jokowi, tidak berlangsung pelan-pelan. Bahkan berkat teknologi, perubahan juga sampai pelosok desa di Indonesia. Pengguna internet di Indonesia ada 144 juta.

"Perubahan fundamental akan terjadi di bidang politik, hukum, dan budaya. Tatanan sosial budaya juga berubah. Pergaulan sosial berubah," ujar Jokowi.

Maka kini tugas universitas juga untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan yang tepat guna dinilainya perlu supaya Indonesia tidak ketinggalan dari negara-negara lain.

"Mestinya sebagai agen terdepan perubahan dan pembangunan, universitas harus mengantisipasi perubahan-perubahan itu. Dunia berkembang sangat cepat. Inovasi bukan hanya membawa perubahan parsial yang gradual, tetapi perubahan yang fundamental," tutur Jokowi. (dnu/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads