DetikNews
Senin 11 September 2017, 15:11 WIB

Bareskrim Kebut Periksa Saksi Dugaan Penipuan Umrah PT Azizi

Denita Matondang - detikNews
Bareskrim Kebut Periksa Saksi Dugaan Penipuan Umrah PT Azizi Foto: Ari Saputra
Jakarta - Tim Bareskrim Polri masih memeriksa saksi-saksi pelapor terkait laporan kasus dugaan penipuan umrah PT Azizi Tour and Travel. Bareksrim menegaskan mempercepat penanganan kasus yang diduga mirip dengan perkara First Travel.

"Sedang kami periksa saksi-saksi pelapor. Kemungkinan dalam waktu dekat akan naik sidik (penyidik) itu alat buktinya sudah," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak kepada wartawan di Bareskrim gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

Dari penyelidikan, diduga ada lebih dari seribu korban dugaan penipuan PT Azizi. Mereka dilaporkan tidak jadi diberangkatkan.

"Korban itu kurang lebih seribuan orang. Yang dilaporkan nggak bisa berangkat," sambungnya.

Perwakilan agen PT Azizi Tour and Travel melaporkan dugaan penipuan ke Bareskrim Polri pada Senin (28/8). Disebut ada lebih dari 2.000 orang yang belum diberangkatkan sejak Oktober 2016.

Pada Jumat (8/9), ada dua orang yang diperiksa di Bareskrim Polri. Salah satu jemaah yang dimintai keterangan, M Zaini, mengaku ditanya mengenai proses pemesanan tiket perjalanan umrah hingga pembayaran.

Zaini mengaku memesan 4 tiket umrah dan membayar ke pihak biro perjalanan sebesar Rp 23 juta per orang.

Dia mengaku menyerahkan sejumlah barang bukti pembayaran, surat perjanjian, termasuk perlengkapan umrah. Perlengkapan yang dimaksud berupa satu koper, 3 tas, seragam, selendang, dan sabuk.

"Pemberangkatan berdasarkan jadwal November-Desember 2016. Tapi sampai sekarang pun detik ini nggak ada kepastian. Mudah-mudahan cepat ditindaklanjuti dan jemaah bisa berangkat atau uang bisa dikembalikan," harap Zaini.
(fdn/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed