DetikNews
Senin 11 September 2017, 14:56 WIB

Cerita Jenderal Tito Ditegur Basaria soal Pejabat Polri Wanita

Audrey Santoso - detikNews
Cerita Jenderal Tito Ditegur Basaria soal Pejabat Polri Wanita Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Rois Jajeli/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku pernah ditegur Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan terkait masih sedikitnya jumlah anggota wanita dalam tubuh Polri. Karena terusik oleh sedikitnya jumlah polwan, kata Kapolri, Basaria mengajukan Brigjen Sri Handayani sebagai polwan yang menduduki jabatan strategis di kepolisian, yaitu Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Polri.

"Saya beberapa kali ditegur Bu Basaria, dia tanya, 'Mana polwannya, Pak Tito'. Akhirnya dia usulkan Brigjen Pol Sri Handayani, kita tes jadi Kasetukpa Polri dan mampu, dan ternyata bagus di sana. Makasih Bu Basaria atas rekomendasinya," cerita Tito saat memberi sambutan dalam acara HUT Polwan ke-69 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Basaria, dalam acara, hadir sebagai senior polwan. Basaria merupakan perwira tinggi berpangkat inspektur jenderal (irjen) saat melamar sebagai pimpinan KPK pada 2015. Setelah berhasil lolos seleksi sebagai pimpinan KPK, Basaria menanggalkan keanggotaannya sebagai polisi.

Tito mengatakan masalah polwan di Indonesia saat ini adalah ketimpangan jumlah dengan polisi laki-laki. Sedangkan di negara lain, seperti Inggris, Australia, dan Singapura, jumlah polwan lebih dari 20 persen dari total polisi di sana.

"Mungkin ada ketidakpuasan keberadaan polwan dari segi kuantitas, hanya sekitar 5 persen. Saya liat di negara lain, Australia, misalnya, (jumlah polwan) sudah di atas 20 persen. Singapura, mereka 25 persen populasinya polwan. Di negara maju, London, kepala antiterornya polwan. Deputi komisonernya juga di Australia adalah polwan," ujar Tito.

"Kita lihat, kita masih terlambat secara kuantitas masih sangat minoritas," sambung Tito.

Tito berharap Polri memiliki grand design untuk mendongkrak jumlah polwan, sehingga secara bertahap populasi polwan di Polri dapat naik ke angka 20 persen dari jumlah total anggota di Polri.

"Keinginan kita, bagaimana dongkrak kuantitas, populasi dari lima persen secara bertahap bisa naik minimal 20 persen. Perlu ada grand design," kata Tito.

Apalagi, Tito berpendapat, polwan memiliki sisi yang lebih baik daripada polisi laki-laki, semisal dalam hal kehumanisan, pengayoman, dan pendekatan terhadap subjek hukum, terutama anak dan perempuan. Tito juga menyebutkan polwan lebih kebal terhadap godaan perbuatan koruptif.

"Banyak kelebihan polwan, sensitivitas polwan lebih baik dari laki-laki, terutama dalam kelola sisi humanis, kelola anggota, pendekatan anggota. Penanganan kasus berhubungan perempuan dan anak itu spesialisasi polwan. Lebih dari itu polwan kelebihan terutama lebih kuat hadapi godaan korupsi," jelas dia.
(aud/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed