DetikNews
Senin 11 September 2017, 14:11 WIB

Bos First Travel Kerap 'Lupa', Bareskrim: Kami Terus Telusuri

Denita Matondang - detikNews
Bos First Travel Kerap Lupa, Bareskrim: Kami Terus Telusuri Bos First Travel: Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan di tahanan (Dok. Istimewa)
Jakarta - Tim penyidik Bareskrim Polri tidak terpengaruh oleh sikap tak kooperatif bos First Travel dalam pemeriksaan. Bareskrim tetap menelusuri aset-aset yang berkaitan dengan perkara dugaan penipuan dan pencucian uang bos First Travel.

"Akan terus kami kejar ke mana (aset). Jadi kalau kami dapatkan baru dia akui, kalau nggak ditanya ya dia nggak kasih tahu. Itu persoalan kami, tapi nggak apa-apa, kami terus akan lakukan penelusuran," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak kepada wartawan di kantornya, gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

Penanganan ini dilakukan dengan cepat sebelum batas waktu penahanan tiga tersangka, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, habis. Selain itu, tim penyidik terus menghitung total aset yang diduga terkait dengan tindak pidana.

"Sudah dimasukkan ke dalam barang bukti. Barang bukti yang disita dan itu kita konfirmasi bahwa itu dibeli dari dana-dana yang dia dapat dari jemaah," sambung Rudolf.

Sebelumnya, dari penyidikan sementara, aset bos First Travel yang terlacak adalah 8 perusahaan, 5 mobil, dan 13 rekening. Dalam perkara ini, PPATK menelusuri transaksi aliran dana dan ditemukan duit total Rp 7 miliar dalam 51 rekening. Ada juga transaksi aliran dana ke luar negeri.

"Pengambilan uang dalam jumlah besar itu yang detail ya, masih kami mintakan ke PPATK. Tapi transaksi yang terjadi di antara nomor rekening itu, terutama yang besar-besar sudah kami dapatkan," kata Rudolf.
(fdn/dha)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed