Wartawan Republika Diduga Dianiaya Oknum Marinir
Selasa, 17 Mei 2005 21:20 WIB
Jakarta - Seorang wartawan Harian Republika bernama Triantono Oemar (35) babak belur dianiaya dua orang tak dikenal yang diduga oknum marinir. Bag big bug, korban pun berdarah-darah dan langsung dilarikan ke RS Pusat Pertamina.Kejadian berlangsung di depan kantor Republika, Jl. Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.30 WIB, Selasa (17/5/2005). Saat itu Tri, panggilan Triantono, yang sedang menyeberang di trotoar, baru turun dari metromini 75 jurusan Blokm-Pasar Minggu.Tiba-tiba ada sebuah motor bebek warna hitam yang dikendarai dua orang, satu memakai helm khas marinir warna hijau dan sorang lagi memakai jaket loreng TNI, melintas di atas trotoar yang notabene dikhususkan bagi pejalan kaki. Saat itu jalanan memang sedang macet.Tri yang juga menjabat sebagai Asisten Redaktur Pelaksana Republika, dianggap menghalangi dua oknum itu. Hal itu diduga memicu kemarahan mereka sehingga langsung memukul dan menendangi Tri yang berbadan kurus kecil.Beruntung rekan korban bernama Rusdi Herdiansyah yang baru pulang liputan melihat kejadian ini. Rusdi pun langsung turun dari mobilnya dan berusaha melerai perkelahian tak seimbang itu."Saat itu Tri dipukul dua orang berbadan tegap berambut cepak hingga tersungkur sekitar dua meter. Dari mulut dan hidungnya keluar darah," kata salah seorang wartawan Republika Asep Nurzaman kepada detikcom, mengulang kesaksian Rusdi.Salah seorang oknum TNI tersebut sempat akan mengeluarkan sangkur dari pinggangya dan mengancam akan membawa Tri ke markas mereka. "Tapi tidak diketahui markas apa yang maksud. Dan tindakan itu juga dicegah oknum yang satu lagi dan juga oleh Rusdi," kata Asep.Banyak saksi mata dalam kejadian itu, namun mereka hanya menonton dan tidak berani berbuat apa-apa untuk menolong Tri. Dua orang oknum tersebut pun leluasa kabur dengan motor mereka. Nomor polisi motor tidak sempat dicatat.Tri yang babak belur sempat dibawa ke RS JMC, sekitar 500 meter dari Republika. Usai diperiksa dan diberi obat penghilang rasa sakit, Tri dibawa rekan-rekannya ke Polsek Pasar Minggu untuk membuat laporan."Namun Tri seperti hilang ingatan dan shock. Ia tidak bisa menceritakan kembali kejadian itu. Dari pihak Republika kabarnya sudah menghubungi Marinir dan kabarnya Marinir akan mengunjungi Tri di RSPP," kata Asep.
(fab/)











































