Pria Tua dan Putrinya Ditemukan Tewas Membusuk di Madiun

Pria Tua dan Putrinya Ditemukan Tewas Membusuk di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 11 Sep 2017 04:40 WIB
Pria Tua dan Putrinya Ditemukan Tewas Membusuk di Madiun
Penemuan mayat membusuk di Madiun (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Madiun - Warga Dusun Krajan, Madiun, dikagetkan dengan penemuan jenazah seorang pria tua bersama putrinya. Kedua jenazah ditemukan dalam keadaan membusuk di rumah mereka.

Lokasi penemuan mayat berada di RT14/RW04, Desa Matesih, Krajan, Madiun, Jawa Timur. Kepala Desa Matesih, Paijo, menjelaskan, korban bernama Kuat (79) dan putrinya, Endah (45).

"Awalanya salah satu anaknya yang bernama Nuning datang ke rumah orang tuanya itu kaget mendapati bapak dan salah satu adiknya sudah tergeletak meninggal dunia. Dan kondisinya sudah berbau busuk, dan langsung melapor ke Polsek," jelas Paijo, di lokasi, Minggu (10/9/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bapak dan Putrinya Ditemukan Tewas Membusuk di Madiun Foto: Sugeng Harianto/detikcom
Kapolsek Jiwan AKP Eko Sugeng Rendra Wicaksono kepada wartawan di lokasi menyatakan, Anggota dan Perangkat Desa sempat kesulitan masuk ke rumah tersebut. Hal tersebut lantaran dihalang-halangi anak Kuat lainnya, Tutik. Tutik dan Alm Endah diketahui mengidap gangguan jiwa.

"Mau masuk sempat kesulitan karena dihalangi oleh anak korban yang juga mengidap gangguan jiwa. Akhirnya dengan terpaksa kita mendobrak pintu yang terkunci," jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan, saat ditemukan posisi dua jenazah berada di kamar yang berbeda. Jenazah Kuat terlentang di balai dekat kasur, sedangkan jenazah Endah berada di atas kasur. Keduanya sudah dalam keadaan membusuk.

Bapak dan Putrinya Ditemukan Tewas Membusuk di Madiun Foto: Sugeng Harianto/detikcom
Tetangga Kuat, Mediawati (40), mengaku mencium aroma tak sedap sudah sekitar 5 hari ke belakang. Kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah Kuat.

"Sudah mencium bau busuk rumah tersebut sekitar lima hari terakhir, namun saat kami hendak mendekat selalu dihalang-halangi dan diusir oleh Tutik," tutur Mediawati.

Sementara informasi dari masyarakat sekitar, Kuat memiliki enam anak perempuan. Selain Tutik dan Endah, empat lainnya telah hidup terpisah.

Saat ini kedua jenazah yang sudah membusuk tersebut telah dibawa ke rumah sakit Dr Soedono Madiun untuk diautopsi. Penyebab kematian masih dalam penyelidikan. (bdh/rna)


Berita Terkait