DetikNews
Minggu 10 September 2017, 17:25 WIB

Korban Penipuan Umrah First Travel Tuntut Uang Dikembalikan

Suparno - detikNews
Korban Penipuan Umrah First Travel Tuntut Uang Dikembalikan Foto: Suparno/detikcom
Sidoarjo -
Para korban penipuan umrah First Travel menuntut uang mereka dikembalikan. Para korban itu mendaftar dari First Travel cabang Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejumlah korban itu mendatangi rumah agen First Travel di Perumahan Bumi Citra Fajar di Jalan Sekawan Nyaman IV Blok D nomor 30, Sidoarjo. Mereka kemudian mengisi surat pernyataan untuk kelanjutan permintaan mereka ke sidang niaga.

"Kedatangan kami berdua ini untuk mengisi surat keterangan untuk proses kelanjutan masalah First Travel," kata Khusnul Khotimah (51) asal Kecamatan Prambon Sidoarjo pada detikcom, Minggu (10/9/2017).

Khusnul mengaku diundang oleh pihak agen untuk mengisi surat keterangan kuasa, setelah diisi kemudian diserahkan ke kantor cabang. Namun Khusnul tetap menuntut refund atau uangnya dikembalikan.

"Kami berharap uang kami dikembalikan karena sudah tidak percaya lagi dengan Frist Travel, kami sudah bayar lunas pada tahun 2016, dan rencana kami akan diberangkatkan tahun 2018," ucap Khusnul.

Hal senada juga disampaikan Juli (56), calon jamaah umroh asal Prambon. "Nggak percayalah kalau akan diberangkatkan lagi, izinnya saja sudah dicabut, kalau sekarang dengan membuat pernyataan ini alangkah baiknya uang dikembali," kata Juli.

Korban lainnya, Elien Pratiwi (29) mengaku pasrah. Dia hanya ingin ada jalan keluar yang terbaik.

"Kami bersama 9 bersaudara terus berupaya, dengan mengisi pernyataan ini, berharap ada jalan keluar yang terbaik, diberangkatkan atau refund tidak masalah," terang Elien.

Kepala kantor cabang First Travel Sidoarjo Rudy Hermanadi mengatakan ada 2.502 calon jamaah umrah asal Sidoarjo yang belum diberangkatkan pada 2017. Sedangkan untuk tahun 2018, ada 848 calon jamaah.

"Calon jamaah umrah asal kantor cabang Sidoarjo totalnya sebanyak 3.350 calon jamaah," kata Rudy Hermanadi pada wartawan usai membagikan foom surat keterangan kuasa ke jamaah.

Menurutnya, seluruh calon jamaah umrah itu sudah melaporkan ke Bareskrim Polri. "Para calon jamaah untuk proses selanjutnya kami harapkan untuk mengisi surat keterangan ini, terkait ada benerapa calon jamaah yang sudah lapor ke Polresta Sidoarjo kami siap untuk menghadapi bila Polresta Sidoarjo memanggil kami," jelasnya.
(dhn/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed