Pada Minggu (10/9/2017), detikcom mencoba menelusuri perjalanan ayah dan ibu Debora yang berjuang menyelamatkan buah hati mereka. Rumah mereka yang berada di Jalan Husein Sastranegara, Benda, Tangerang, berjarak sekitar 3 kilometer dari RS Mitra Keluarga Kalideres.
Perjalanan ke RS Mitra Keluarga Kalideres (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom) |
Saat itu, Minggu (3/9) pukul 03.30 WIB, ayah dan ibu Debora membawa anaknya ke rumah sakit karena saat itu Debora mengalami panas tinggi. Mereka menggunakan sepeda motor untuk menuju ke rumah sakit.
Ketika detikcom mencoba melintasi jalan yang dilalui ayah Debora, perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit memakan waktu 15 menit dengan kecepatan 20 sampai 30 km/jam.
Dari Jalan Husein Sastranegara, perjalanan satu arah menuju ke Jalan Peta Barat. Setelah itu, ada persimpangan yaitu ke kiri ke Jalan Tanjung Putra dan ke kanan Jalan Peta Barat yang mengarah ke rumah sakit.
Setelah itu di ujung jalan akan ada persimpangan lainnya. Bila lurus ke arah Pegadungan Sumur Bor dan ke kanan ke arah Daan Mogot yang mengarah ke RS Mitra Keluarga, Kalideres yang berada di Jalan Peta Selatan.
Saat itu, ayah Debora sempat kembali ke rumah untuk mengambil dompet yang tertinggal. Perjalanan pulang itu memakan waktu kurang lebih sama dengan berangkat.
Namun, jalur yang dilewati agak berbeda. Dari RS Mitra Keluarga Kalideres, belok ke kiri ke arah Jalan Hari Pasar Swalayan menuju Jalan Citra 7 dan Jalan Citra Garden VII.
Di jalan tersebut tidak ada polisi tidur dan para pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kencang. Setelah melewati Jalan Citra Garden VII memasuki Jalan Peta Barat. Ada beberapa pertigaan yang membuat laju kendaraan berkurang.
Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Jalan Hussein Sastranegara terpantau sepi dan sangat lancar dan hanya satu jalur. Di sepanjang jalan itu, terpantau tidak ada polisi tidur hingga tiba di rumah Debora. Perjalanan pulang ini pula yang merupakan saksi bisu ketika ayah dan ibu Debora membawa anaknya dari rumah sakit.
Salah satu sudut rumah sakit di mana terdapat ATM (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom) |
Lalu ayah Debora kembali ke rumah sakit dan mengecek isi tabungannya di ATM BCA yang berada di sudut rumah sakit, tepatnya di basement parkiran motor maupun mobil. Ada 2 ATM di situ yaitu BCA dan Mandiri.
Saat itu, ayah Debora menggunakan ATM BCA dan mengecek bila saldo tabungan hanya Rp 5 juta. Sementara menurut ibu Debora, rumah sakit saat itu meminta uang muka minimal Rp 11 juta. Karena uang tak cukup, bayi Debora tak bisa masuk ruang PICU. Sempat dicoba untuk dilarikan ke RS lain yang memiliki fasilitas BPJS Kesehatan, bayi Debora akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB.
Sedangkan RS Mitra Keluarga Kalideres menepis kabar pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka. "Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan," demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip detikcom dari situs mitrakeluarga.com, Sabtu (9/9/2017).
Versi RS Mitra Keluarga, Henny (ibunda bayi Debora), lalu ke IGD. Dokter di IGD kemudian menanyakan kepesertaan BPJS kepada Henny, yang menyatakan punya BPJS. Lalu dokter menawarkan kepada Henny untuk dibantu dirujuk ke RS yang bekerja sama dengan BPJS. Henny menurut pihak rumah sakit, setuju. Namun kemudian kondisi Debora memburuk dan dilakukan pertolongan. Namun pertolongan itu tak berhasil. (dhn/dhn)












































Perjalanan ke RS Mitra Keluarga Kalideres (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Salah satu sudut rumah sakit di mana terdapat ATM (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom)