"Tim JPU akan langsung mengajukan kasasi terhadap putusan PT Banjarmasin tersebut," kata tim JPU Kejari Banjarmasin, Deni N kepada detikcom, Minggu (10/9/2017).
Tujuh terdakwa itu adalah Arsan, Jainuri, Albak Dadi, Salikul Hadi, Samsuni, Jaini, dan Eko Sutiono. Mereka ramai-ramai menggilir S di rumahnya di Jalan Anjir Talaran, Desa Antar Baru, Marabahan, Batola, Kalimantan Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus mulai terbongkar saat si suami merasa ada yang aneh dengan istrinya. S mengalami nyeri-nyeri di bawah perutnya dan setelah dibujuk, S menceritakan apa yang dialaminya itu. Akhirnya ketujuh orang itu diproses secara hukum.
Pada 13 Juni 2017, Pengadilan Negeri (PN) Marabahan menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada para terdakwa. Tak terima, para terdakwa mengajukan banding dan dikabulkan.
"Membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan penuntut umum," kata ketua majelis Sutriadi Yahya dengan hakim anggota Permadi Widhiyatno dan Maman M Ambari pada 22 Agustus 2017. (asp/fjp)











































