"Sejak diputuskan tanggal 28 Juli 2016. Kita sudah mensosialisasikan, itu foto ada," kata Idrus Marham di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).
Dalam sosialisasi tersebut, lanjut dia, Golkar menulis dalam spanduk sebagai Calon Presiden bukan Presiden. Sehingga Golkar mendukung Jokowi sebagai Capres sangat serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sosialisasi mulai dari foto, pikiran-pikiran, diskusi nawacita program yang ada," sambung Idrus.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi pengarahan dalam Rakernas III Pro-Jokowi (Projo). Jokowi mengingatkan bahwa tahun depan memasuki tahun politik.
"Projo ini kalau saya ke daerah, pasti yang paling militan. Militan itu kalau ada apa-apa pasti ada," kata Jokowi dalam pembukaan Rakernas III Projo di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/9).
Jokowi lalu berkata bahwa pada September 2018, pasangan capres-cawapres untuk 2019 sudah ditetapkan. Tapi Jokowi belum menyatakan apakah dirinya akan maju lagi. Meski begitu, para simpatisan Projo mengacungkan 2 jari dan berteriak 'dua periode'.
"Tahun depan sudah masuk tahun politik, rame-ramenya lebih kenceng, tapi saya sampaikan ke para menteri semua fokus saja pada pekerjaan, kerja, karena pemerintah kerja untuk rakyat. Jangan-jangan, belum-belum sudah mau kampanye, nggak usah!" ujar Jokowi. (fai/bag)











































