DetikNews
Sabtu 09 September 2017, 18:58 WIB

Laporan Dari Madinah

Menag Pantau Fase Kepulangan, Terkesan dengan Kisah Jemaah 85 Tahun

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Menag Pantau Fase Kepulangan, Terkesan dengan Kisah Jemaah 85 Tahun Foto: Dok. Media Center Haji
Jeddah - Dari Madinah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan rombongan Amirul Hajj bergeser ke Jeddah hari ini, Sabtu (9/9/2017). Menag mengecek fase kepulangan jemaah Indonesia di bandara dan sempat bertemu dengan jemaah berusia 85 tahun. Kisah jemaah itu mengesankan.

Menag menemui dan berbincang dengan jemaah kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 10) yang sudah 2 jam di bandara menunggu pengecekan dokumen imigrasi. Dia juga menyapa jemaah kloter 4 Embarkasi Makassar (UPG 04) yang mulai memasuki pintu keberangkatan.

"Alhamdulillah mereka bersyukur dan senang bisa berhaji. Segala sesuatunya sesuai harapan. Bahkan saya menemui jemaah berusia 85 dalam kondisi fit," kata Menag di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Sabtu (9/9/2017).

Jemaah asal Karawang itu, kata Menag, melakukan tahapan ibadah haji sendiri. Tawaf, sai, hingga lempar jumrah tidak dibadalkan atau diwakilkan. Semua dilakukan sendiri.
Menag Pantau Fase Kepulangan, Terkesan dengan Kisah Jemaah 85 TahunFoto: Dok. Media Center Haji

Prosesi puncak haji, mulai wukuf di Padang Arafah, mabit (singgah atau bermalam) di Muzdalifah, mabit di Mina, lempar jumrah, dan tawaf memakan waktu 4-5 hari. Untuk lempar jumrah dan tawaf, jemaah harus berjalan kaki. Butuh kekuatan fisik yang memadai.

"Alhamdulilah kondisinya sangat baik," kata Menag mengomentari jemaah lansia tersebut.

Selain memantau kepulangan, Menag dan rombongan juga mengecek dapur untuk jemaah yang hendak pulang ke Tanah Air. Sebagaimana ketentuan, jemaah dari Mekah yang bergeser ke Jeddah, harus menunggu beberapa jam di bandara untuk pengecekan dokumen. Di tengah proses itu, jemaah mendapatkan makanan.

"Makanan terdiri dari nasi, sayur, daging sapi, ayam," urai Menag.

Menag mengapresiasi kinerja petugas haji. Dia berharap petugas sabar karena kadang ada jemaah ingin dilayani. "Dalam kondisi lelah, mungkin ada tindakan, atau perilaku jemaah yang tidak sebagaimana mestinya. Dicaci, dimarahi, itu dibagian dari pekerjaan kita melayani tamu Allah," tutupnya.

Kepulangan jemaah dari Jeddah berlangsung selama 4 hari terakhir. Sebanyak 41 kloter atau lebih dari 16 ribu jemaah telah diterbangkan ke Tanah Air. Proses itu akan berlangsung hingga Rabu (20/9). Menag sendiri setelah hampir 3 minggu di Tanah Suci akan bertolak ke Tanah Air pada Senin (11/9) dini hari.
(try/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed