DetikNews
Sabtu 09 September 2017, 18:32 WIB

Pelukan Erat Ibunda Bawa Jenazah Debora dari RS dengan Motor

Akhmad Mustaqim - detikNews
Pelukan Erat Ibunda Bawa Jenazah Debora dari RS dengan Motor Orang tua Debora (Mustaqim/detikcom)
FOKUS BERITA: Kisah Pilu Bayi Debora
Jakarta - Nyawa bayi Debora tak bisa diselamatkan karena terlambatnya pertolongan akibat kurangnya biaya uang muka di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. Saat pulang ke rumah, jenazah Debora dibawa dengan sepeda motor seperti saat datang dalam keadaan masih hidup.

"Saat itu jam 11.00 WIB lebih, saya pakaikan dia bedong lagi, saya nggak mau dia kepanasan, saya naik motor, boncengan dari rumah sakit sampai ke rumah," ujar ibu Debora, Henny Silalahi, saat ditemui di kediamannya di wilayah Benda, Tangerang, Sabtu (9/9/2017).

Henny dan suami, Rudianto Simanjorang, membawa Debora ke RS Mitra Keluarga Kalideres pada Minggu (3/9) dini hari. Saat itu kondisi Debora mengkhawatirkan. Rumah Henny dan suami berada di daerah Tangerang, yang berbatasan dengan Jakarta.

RS Mitra Keluarga Kalideres merupakan rumah sakit terdekat dari kediaman Henny dan suami sehingga mereka membawa Debora ke sana. Karena ingin cepat, Debora dibawa dengan motor dari rumah ke RS Mitra Keluarga Kalideres, yang jaraknya hanya sekitar 3 km.


"Saya peluk erat, saya nggak mau dia kepanasan, meskipun sudah meninggal," kata Henny.

Pihak rumah sakit sebenarnya sudah menjelaskan jenazah seharusnya dibawa menggunakan mobil atau ambulans. Namun Henny bersikukuh ingin membawanya dengan motor.

Pelukan Erat Ibunda Bawa Jenazah Debora dari RS dengan MotorMotor yang membawa jenazah Debora. (Mustaqim/detikcom)

"Harusnya standarnya pakai ambulans atau mobil tertutup. Ambulans kan bayar paling nggak sejuta," jelas dia.

Henny sebelumnya sempat mencurahkan kekesalan atas pelayanan RS Mitra Keluarga Kalideres. Rumah sakit ini tidak mau memasukkan Debora ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) seperti yang dianjurkan dokter. Alasannya, uang muka yang diberikan orang tua Debora tidak cukup.


Orang tua Debora sudah berjanji akan melunasi saat siang harinya, namun rumah sakit bergeming. Debora meninggal dunia sebelum dipindahkan ke RS Koja, yang menerima BPJS.

"Ada suster datang bilang, 'SOP-nya jenazah dari rumah sakit harus pakai ambulans'. Saya bilang, 'Jangan ngomong SOP. Kalau ada SOP harusnya anak saya kalian selamatkan dulu. Saya bawa dengan motor'. Kejam banget mereka itu," urai Henny saat dihubungi sebelumnya.

Motor Honda Blade berwarna merah-putih terparkir di depan rumah Henny dan Rudianto. Sepeda motor bernopol B-3505-CBN itu kini tak lagi bisa mengangkut bayi Debora.


Pihak RS Mitra Keluarga sudah memberikan keterangan soal kasus ini. Mereka menepis kabar pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka.

"Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan," demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip detikcom dari situs mitrakeluarga.com, Sabtu (9/9).

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah angkat bicara soal kisah pilu bayi Debora ini. Dinkes DKI akan memanggil pihak RS Mitra Keluarga Kalideres.

"Besok Senin (11/9) baru akan kita panggil pihak RS, BPJS, bersama Dinas Kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto kepada detikcom, Sabtu (9/9).
(elz/tor)
FOKUS BERITA: Kisah Pilu Bayi Debora
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed