Ikan Busuk Hingga Senjata Organik

Penyerangan Pos Brimob Seram

Ikan Busuk Hingga Senjata Organik

- detikNews
Selasa, 17 Mei 2005 18:40 WIB
Ambon - Penyerangan pos Brimb di Seram Bagian Barat (SBB) sungguh mengagetkan. Sebab penyerangnya diduga orang-orang terlatih. Senjata yang mereka pakai juga jenis senjata serbu.Polisi saat ini telah memeriksa kru speedboat yang disewa oleh para penyerang. Salah satunya bernama Libit (22). Libit adalah warga Dusun Kalauli Desa Kaitetu Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Dia adalah pengemudi speedboat.Kepada detikcom, Libit menceritakan sebagian kronologi penyerangan itu, utamanya proses penyewaan speedboat yang disopirinya. Kisah ini berawal dari hari Minggu (15/5). Sekitar pukul 15.00 WIB, dua orang datang ke rumahnya. Maksudnya, menyewa kapal cepat miliknya untuk hari Senin (16/5) pukul 04.30 WIB.Libit oke saja dan disepakati harga dipatok Rp 250 ribu. Sayangnya, Libit mengaku tak tahu siapa penyewa kapalnya itu. Seingatnya, salah satu berewok dan berambut cepak. Satunya berambut gondrong. Tubuh keduanya tidak kekar, sekitar 160-an cm.Pada hari Senin pukul 04.30 WIT, Libit membangunkan adiknya, Anggato (14) dan adik iparnya Rinto (12) untuk menemaninya mengantar para penyewatersebut. "Beta kasih bangun adik dan ipar. Kemudian kita langsung menuju pantai. Tidak lama kemudian datang para penyewa speed tersebut," cerita Libit. Jumlah penyewa itu ada enam orang. Mereka berjalan kaki dari arah Desa Loki menuju pantai Dusun Katapang. Libit dan dua saudaranya lalu mengantarkan para panyewa menuju Dusun Waitomu Desa Hila Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah atau sekitar 40 km dari arah kota Ambon.Di speedboat itu, Libit melihat ada orang yang luka di tangan dan dibungkus dengan kain. Ada juga yang luka di bagian perut. "Beta lihat, tapi beta takut tanya. Beta bisik-bisik adik untuk diam dan jangan bicara," cerita Libit.Usai mengantar sampai di Waitomu, bersama kedua adiknya, Libit kemudian menuju pangkalan Pelabuhan Hitu untuk menunggu penumpang seperti biasanya. Sampai di Hitu, speedboat milik Libit kemudian diperiksa aparat kepolisian. "Ada bercak-bercak darah yang masih ada di speed. Beta bilang, baru antar enam orang dan ada yang luka di Waitomu," ujar Libit. Saat ini Libit dan kedua adiknya sudah selesai dimintai keterangannya oleh Reskrim Polda Maluku. Keenam orang itu diyakini penyerang pos Brimob.Sopir BusSaksi yang diperiksa polisi lainnya adalah Ahmad Lumaela (27). Ahmad adalah sopir bus jurusan Hila-Kaitetu-Ambon. Kepada detikcom, Ahmad mengaku tidak mengetahui persoalan yang terjadi. Hanya saja, saat mau menuju Ambon, busnyadihentikan para pria yang diduga penyerang."Ada sekitar empat orang yang naik mobil beta, sekitar pukul 05.30 WIT," kata ujar Ahmad. Ahmad juga sempat melihat ada yang terluka. "Ada dua orang luka. Satu di tangan, satu di perut. Dua lainnya tidak luka," tuturnya.Ahmad mengantar mereka hingga ke Pantai Rumah Tiga. Selanjutnya dia tidak mengetahui ke arah mana para pelaku ini pergi.Namun menurut Wakapolres Deni Hermana, para pelaku menggunakan speedboat menuju Ruko Batu Merah. "Ada saksi yang melihat pelaku menaiki angkot jurusan Tantui. Tapi nggak tahu ke mana," ujar Deni.Ikan BusukDi lain pihak, dua tersangka penyerang lainnya menumpang mobil pick up, juga dari Dusun Waitomu. Deni dan aparatnya lalu melakukan penyisiran setelah mendapat keterangan dari sopir pick up yang mengantar dua pelaku penyerang dari Waitomu menuju Desa Laha Kecamatan Baguala."Sebenarnya dua orang pelaku ini berencana ke Laha. Namun tiba-tiba saja, ada barang yang dibuang di sekitar Dusun Durian Patah Desa Waiheru Kecamatan Baguala. Dan hal ini sempat dilihat sang sopir. Sopir kemudian bertanya, apa yang dibuang. Pelaku menjawab, ikan busuk," kata Deni menirukan cerita sopir berinisial FL itu.Setelah menurunkan penumpangnya, FL kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kota Ambon. Dia juga sempat melihat kedua pelaku ini berjalan ke arah jalanan menanjak. Namun dari jarak sekitar 30-an meter, lewat kaca spion mobilnya, sang sopir kembali melihat kedua pelaku itu berbalik dan menuju pada barang yang dibuang.Usai mendengar keterangan saksi-saksi, polisi bergerak cepat. Penyisirandilakukan dari arah Dusun Durian Patah hingga ke perbukitan. "Kami langsung lakukan penyisiran terhadap lokasi di mana dua pelaku penyerang turun. Ini berkat keterangan sopir pick up tersebut," urai Deni.Senjata OrganikPenyisiran sungguh melelahkan karena melewati jalanan terjal dan curam. Dan sekitar satu kilometer dari tempat barang yang dikatakan sebagai ikan busuk dibuang oleh tersangka, polisi menemukan sejumlah barang yang menggagetkan.Barang itu berupa amunisi untuk senjata jenis AK 47, SS1 US Carabin, Jenggel, MK3, bom rakitan 3 buah yang siap diledakan, topeng 7 buah berwarna hitam dan hijau, jaket tebal warna merah 1 buah, tas pinggang 1 buah, biscuit, Sarimie, sejumlah baju dan obat Betadine. Barang-barang ini ditemukan di bawah pohon sagu. Sejumlah senjata organik yang dibungkus terpal warna oranye juga ditemukan di atas perbukitan yang tidak jauh dari amunisi-amunisi tersebut.Lima PelakuHingga kini, aparat kepolisian, baik satuan intel, pasukan elit Detasemen 88 Polda Maluku, dan kesatuan Brimob terus melakukan pelacakan keberadaan limapelaku lainnya. "Diduga para pelaku masih berada di sekitar kota Ambon," ujar Kadit Reskrim Polda Maluku Bambang Herman kepada detikcom via handpone.Desa-desus yang berkembang, tiga pelaku lainnya berhasil ditangkap lagi oleh pasukan Detasemen 88. Namun Kadit Reskrim Polda Maluku Bambang Hermanu membantahnya. "Hingga kini belum ada penambahan pelaku yang ditangkap," ujarnya. Hal ini juga dibenarkan Wakapolres Deni Hermana.Sebar Foto PelakuKapolda Maluku Brigjen Adityawarman juga membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka penyerangan. Berapa jumlahnya, masih rahasia. "Pokoknya adalah, sebentar akan kita berikan," ujar Kapolda.Polisi rencananya juga menyebarkan foto pelaku penyerangan pos Brimob yang tewas untuk dikenal masyarakat.Sementara, kelima anggota Brimob BKO Kaltim yang tewas kini telah diterbangkan dari Bandara Pattimura Ambon menggunakan pesawat Mandala Airlines pukul 13.30 WIT. Dua korban diterbangkan ke Jakarta, dua lainnya menuju Kaltim. Satu korban lainnya menuju Sumatera Utara. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads