Dinkes DKI Panggil 2 Dokter Jaga yang Tangani Bayi Debora

Dinkes DKI Panggil 2 Dokter Jaga yang Tangani Bayi Debora

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 09 Sep 2017 17:36 WIB
Dinkes DKI Panggil 2 Dokter Jaga yang Tangani Bayi Debora
Foto: dok. Ibunda Bayi Debora
Jakarta - Pihak RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, memberikan klarifikasi kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta soal meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) yang diduga karena terlambat mendapat penanganan medis dari RS tersebut. Klarifikasi tersebut akan dibahas oleh Dinas Kesehatan DKI.

"Kita sudah tahu, direktur sudah berikan klarifikasi dan nanti Senin (11/9) akan kita bahas bersama Sudinkes Jakarta Barat dan Dinas Kesehatan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Weningtyas Purnomorini kepada detikcom, Sabtu (9/9/2017).

Weningtyas mengatakan pihaknya juga akan mengundang petugas RS Mitra Keluarga yang menangani Debora saat mendatangi RS tersebut. Pertemuan akan berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita undang direktur serta petugas yang menangani dari malam sampai pagi itu. Kita undang ke dinas nanti kita klarifikasi setelah pertemuan," katanya. Dua dokter yang berjaga pada malam itu bernama dokter Iren dan dokter Irfan.

Sebelumnya diberitakan, Tiara Debora Simanjorang meninggal dunia diduga karena terlambat mendapat penanganan medis dari RS Mitra Keluarga, Kalideres. Pihak keluarga Debora menyayangkan sikap RS yang lebih dulu mementingkan uang muka untuk biaya perawatan ketimbang mengutamakan keselamatan jiwa Debora.

Ibu bayi Debora, Henny Silalahi, mengatakan Debora tak bisa masuk ke PICU seperti yang disarankan dokter jaga di RS Mitra Keluarga Kalideres karena terbentur biaya. Uang DP yang diberikan orang tua Debora tidak cukup. Total biaya Rp 19,8 juta, uang yang ada hanya Rp 5 juta. Debora baru diizinkan masuk bila ada DP Rp 11 juta.

"Saya sudah bilang, saya kerja, saya karyawan, saya mampu bayar. Saya bilang terima dulu yang Rp 5 juta, pagi buta saya cari uang di mana. Tapi siang kita bayar," cerita Henny dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (9/9).

Sementara itu, pihak RS Mitra Keluarga Kalideres menepis kabar pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka.

"Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan," demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip detikcom dari situs mitrakeluarga.com, Sabtu (9/9). (edo/jor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads