"Saya belum ngecek detailnya. Setahu saya, Mitra Keluarga Group belum, di web itu bisa dicek belum, yang kerja sama siapa saja gitu," kata staf ahli direksi bidang komunikasi publik BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, saat dihubungi, Sabtu (9/9/2017).
Irfan menerangkan di Jakarta sebenarnya ada banyak rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Dia mengatakan pasien yang mempunyai kartu BPJS, apalagi dalam kondisi darurat, akan ditangani secara baik oleh rumah sakit yang bekerja sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada prinsipnya, Irfan berpendapat siapa pun pasien dan apa pun statusnya, kalau berada dalam kondisi darurat, harus segara ditangani. Itu merupakan sisi humanis sebagai sesama manusia.
"Setahu saya dalam rumah, sakit siapa pun pasiennya, statusnya, apa pun mau dia bayar sendiri, mau dia asuransi, BPJS kalau kondisi darurat medis, rumah sakit wajib menangani terlebih dahulu," tuturnya.
Cerita pilu bayi meninggal karena tak ditangani tepat waktu akibat terbentur biaya kembali terjadi di ibu kota Indonesia. Bayi Debora meninggal karena sebuah rumah sakit swasta tak mau melakukan perawatan tanpa uang muka. (knv/tor)











































