DetikNews
Sabtu 09 September 2017, 10:25 WIB

Laporan Dari China

Melihat Kota Nanning, Tempat Walkot Pangkal Pinang Belajar Tata Kota

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Melihat Kota Nanning, Tempat Walkot Pangkal Pinang Belajar Tata Kota Suasana Kota Nanning (Noval/detikcom)
Jakarta - Kota Nanning, ibu kota Provinsi Guangxi Zhuang, China, menjadi tempat berkumpulnya wali kota se-China dan ASEAN. Meski tidak begitu terkenal, banyak hal yang menarik dari kota ini.

Wali Kota Pangkal Pinang M Irwansyah menjadi satu-satunya wali kota asal Indonesia yang menghadiri Forum Mayors' China-ASEAN 2017 yang dimulai hari ini, Sabtu (9/9/2017). Selain itu, ada Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah, perwakilan Pemkot Padang Didi Aryadi, dan perwakilan DPRD Kota Surabaya.

Kota Nanning tidak begitu terkenal dibanding kota besar lainnya di daratan China, seperti Shanghai, Beijing, dan Guangzhou. Nanning adalah ibu kota Provinsi Guangxi, yang merupakan daerah otonomi dari Republik Rakyat China (RRC).

Suasana Kota Nanning yang  bebas kendaraan bermotor dengan bahan bakar BBMSuasana Kota Nanning yang bebas kendaraan bermotor dengan bahan bakar minyak. (Noval/detikcom)


Salah satu hal yang menjadikan Provinsi Guangxi memiliki otonomi khusus karena didiami sebagian besar suku Zhuang. Suku ini menjadi salah satu suku minoritas yang ada di daratan China. Tidak seperti suku Han ataupun beberapa suku lainnya yang mendiami sebagian besar daratan China.

Provinsi Guangxi memiliki kondisi geografis yang terdiri dari banyak perbukitan. Hal inilah yang menjadikan Kota Nanning begitu mempesona. Berbagai perbukitan yang ada di kota ini disulap menjadi taman wisata yang sangat menarik.

Salah satunya Taman Qingxiu, yang berada tepat di tengah Kota Nanning. Di sini terdapat pepohonan yang sangat rindang dengan berbagai tanaman hias yang tertata sangat rapi. Dengan mobil listrik yang disediakan, pengunjung dapat mengelilingi bukit dan menikmati suasana taman yang sangat asri. Di puncaknya, Anda dapat menikmati megahnya Kota Nanning dengan berbagai gedung pencakar langit.

Selain taman, Kota Nanning dibelah aliran Sungai Yong yang besar. Terdapat beberapa jembatan megah yang menjadi penghubung ke wilayah lain di kota ini. Salah satunya Nanning Bridge, yang kemegahannya makin tampak indah dengan hiasan lampu dari petang hingga malam hari.

Taman Qingxiu yang berada tepat di Kota NanningTaman Qingxiu, yang berada tepat di Kota Nanning (Noval/detikcom)


Kota ini dapat dikatakan sebagai kota yang sangat ramah lingkungan. Hampir tidak ditemukan kendaraan roda dua yang menggunakan bahan bakar minyak. Setiap kendaraan roda dua menggunakan tenaga listrik. Kecepatannya hanya 30-40 kilometer per jam.

"Di sini sangat susah jika hendak mengurus surat-surat kendaraan bermotor roda dua yang menggunakan BBM. Namun jika kendaraan listrik bebas dan dipermudah," ujar seorang pemandu wisata.

Pemotor dengan tertib berjalan di lajur khusus yang berada di sisi kanan jalan. Mereka juga tidak diwajibkan menggunakan helm.

 Suasana Kota Nanning dari Taman Qingxiu Suasana Kota Nanning dari Taman Qingxiu (Noval/detikcom)


Konsep dari sebuah smart city sudah sangat terserap di kota ini. Hampir setiap metode pembayaran mulai dari transportasi umum, kuliner, hingga berbelanja di toko menggunakan metode pembayaran elektronik.

"Jadi kita melakukan pembayaran apa pun itu dengan sebuah aplikasi, saldo uang kita ada di aplikasi tersebut. Nanti penjualnya tinggal men-scan barcode yang ada di HP kita, pembayaran selesai, kita tidak perlu menggunakan tunai," jelas pemandu wisata tersebut.

Di kota ini, hanya ada 1 masjid yang menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dari warga lokal hingga pendatang dari negara lain. Masjid itu ada di lantai 3 gedung Nanning Islamic Association. Di gedung ini juga terdapat restoran yang menyediakan berbagai kuliner halal untuk umat Islam.
(nvl/ams)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed