Garuda Skorsing Polly, Oedi & Yeti

Garuda Skorsing Polly, Oedi & Yeti

- detikNews
Selasa, 17 Mei 2005 15:30 WIB
Jakarta - Untuk memperlancar pemeriksaan, manajemen Garuda mengenakan skorsing pada Pollycarpus, Oedi Irianto, dan Yeti Susmiarti. Ketiganya merupakan tersangka kasus kematian Munir.Hal ini disampaikan Direktur Operasi Garuda Indonesia Kapten Ari Sapari usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2005).Polly merupakan aviation security pada penerbangan GA 974 pada 6 September 2004 dengan rute Jakarta-Singapura-Amsterdam. Pesawat inilah yang membawa serta Munir yang hendak menuju Amsterdam untuk menempuh studi. Oedi merupakan petugas pantry yang menyiapkan makanan dan minuman. Yeti merupakan pramugari yang menyajikan makanan dan minuman kepada Munir di dalam pesawat."Sesuai dengan prosedur atau peraturan pemerintah, pada yang bersangkutan, yaitu yang masih dalam tahap pemeriksaan atau yang sudah menjadi tersangka, kita adakan skorsing. Kita masih gunakan asas praduga tak bersalah," kata Ari.Skorsing, menurut Ari, dilakukan karena masih ada prosedur yang dilalui hingga ke pengadilan dan sebagainya. "Kita belum memutuskan sesuai aturan perusahaan atau tenaga kerja," ujarnya.Ketika ditanya mengenai beredarnya orang Badan Intelijen Negara (BIN) di lingkup Garuda , Ari enggan berkomentar. "Kami tidak mau menanggapi rumor. Kalau kami menanggapi, akan beredar macam-macam, sehingga seakan-akan kami keluar dari data dan fakta yang ada," tandasnya. Ari menegaskan, awak Garuda di bawah kendalinya bebas dari intrik luar. "Tetapi, boleh kami sampaikan bahwa anak Garuda, terutama awak pesawat yang berada di bawah kendali saya, kami berkeyakinan awak pesawat itu semua melalui tahap penilaian dan sebagainya, sehingga diusahakan tidak ada intrik luar, selain profesional dan bekerja pada perusahaan Garuda Indonesia," papar dia.Dirut Garuda Emirsyah Satar menambahkan, manajemen Garuda ke depan akan kooperatif semaksimal mungkin untuk membantu aparat hukum terkait dalam masalah ini. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads