Bicara Bela Negara, Wiranto: Ancaman Bisa dari Bangsa Sendiri

Bicara Bela Negara, Wiranto: Ancaman Bisa dari Bangsa Sendiri

Azzahra Nabilla - detikNews
Jumat, 08 Sep 2017 12:55 WIB
Bicara Bela Negara, Wiranto: Ancaman Bisa dari Bangsa Sendiri
Menko Polhukam Wiranto (Azzahra Nabilla/detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut ancaman terhadap Indonesia bisa jadi muncul dari dalam negeri. Menurutnya, kesadaran bela negara perlu ditanamkan untuk mengantisipasi hal itu.

"Apa yang sudah saya lakukan sih untuk negeri ini? Kalau belum, ya ayo kita ramai-ramai memberikan yang terbaik dari diri kita atau mengoreksi yang salah," kata Wiranto dalam sambutannya di acara pelantikan pengurus IKA UNJ 2017-2020, Jumat (8/9/2017).

Wiranto mencontohkan semangat bela negara seperti di Amerika. Menurutnya, semangat itu harus dimiliki bangsa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di Amerika dulu, 'right or wrong, my country', tapi kemudian diralat kalau country-nya wrong terus masak kita bela. Maka diubah menjadi 'right or wrong, my country: if right, keep it right, if wrong, set it right'. Semangat seperti itu seharusnya kita miliki," ujar Wiranto.

Wiranto pun menyebut bela negara penting karena ancaman terhadap bangsa bisa muncul dari dalam bangsa itu sendiri. Ancamannya pun, menurut Wiranto, ada banyak hal.

"Biasanya ancaman itu berkolaborasi dengan bangsa kita sendiri. Ada narkoba, illegal logging, illegal fishing, human trafficking, ada terorisme, radikalisme, korupsi. Itu semuanya kan dari bangsa sendiri. Nah, kalau kita nggak punya kesadaran bela negara, membela negeri ini, kita merusak sendiri negeri ini," kata Wiranto.

"Karena itu, saya kembali mengajak teman-teman di kampus, ayolah kita sadarkan diri kita sendiri kemudian kita sadarkan pihak-pihak lain atau elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama, ayo kita bela negeri ini. Karena kalau tidak bela negeri ini, kita nggak stabil, kita nggak bisa membangun. Kalau kita nggak bisa membangun, kita nggak bisa menyejahterahkan masyarakat. Kalau tidak bisa menyejahterkan masyarakat, kita kalah dari persaingan global. Sayang sekali," Wiranto menambahkan. (dhn/fdn)


Berita Terkait