Masyarakat Aceh Sambut Gembira Status Tertib Sipil

Masyarakat Aceh Sambut Gembira Status Tertib Sipil

- detikNews
Selasa, 17 Mei 2005 14:16 WIB
Banda Aceh - Status darurat sipil di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) akan berakhir Rabu (18/5/2005) besok . Pemerintah telah menurunkan status tersebut menjadi tertib sipil, meski gangguan keamanan masih terjadi di beberapa wilayah. Masyarakat menyambut gembira. Rencana penurunan status tersebut disambut positif, walau ada sebagian masyarakat di Aceh yang masih tetap meminta perpanjangan status darurat sipil. "Apalagi banyak pihak yang ingin membantu Aceh dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Mereka ingin situasi Aceh normal kembali," ujar Ketua DPRD NAD Said Fuad Zakaria pada wartawan di Banda Aceh, Selasa (17/5/2005).Saat ini, lanjut Said, semua elemen masyarakat di Aceh menginginkan rasa aman dan tenteram. Begitu juga pihak-pihak lain yang membantu Aceh. "Kalau situasi aman dan normal, hal tersebut bisa mendukung pihak-pihak internasional yang ingin menanamkan investasi di sini," katanya.Said tak mengabaikan masalah gangguan keamanan yang masih saja terjadi di beberapa wilayah di Aceh. Karena itu, menurut dia, pemerintah juga harus membuat payung hukum bagi TNI/Polri untuk tetap dapat menjalankan tugas pengamanan di Aceh.Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD NAD, Raihan Iskandar. Menurut Ketua DPW PKS NAD ini, orang-orang Indonesia dan asing yang datang ke Aceh pasca tsunami merasa nyaman di Aceh. "Artinya, jelas bahwa situasi keamanan di Aceh sudah sangat baik," tambahnya. Sementara itu, Ketua LBH Banda Aceh Rufriadi pada wartawan dalam kesempatan yang terpisah menyebutkan, sebenarnya pemerintah dapat menurunkan status langsung ke keadaan normal, tanpa harus didahului status tertib sipil.Sebab, menurut Rufriadi, status tertib membuat pandangan pihak di luar Aceh yang ingin membantu Aceh pasca tsunami jadi berpikir lain. "Gangguan kemanan kita akui masih ada. Tapi hal itu kan tetap bisa ditangani secara normal tanpa perlu ada status darurat atau tertib sipil," ujarnya. Lain halnya dengan sebagian masyarakat di Aceh Barat Daya (Abdya). Ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Perlawan Separatis GAM (GPSG) meminta pemerintah untuk memperpanjang status darurat sipil karena belum kondusifnya situasi keamanan di Aceh.Ribuan warga yang berkumpul di Kota Blangpidie pada Senin kemarin itu dilaporkan berasal dari 6 kecamatan yang ada di Aceh Barat Daya. Dalam aksinya, mereka menggelar orasi yang intinya meminta pemerintah untuk tidak mencabut status darurat sipil di Aceh. Mereka juga minta pasukan TNI dan Polri tidak ditarik dari pos-pos mereka. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads