Penembak 5 Brimob dari Kelompok Penyerang Kafe dengan Speed Boat
Selasa, 17 Mei 2005 12:27 WIB
Ambon -
Penembak 5 personel Brimob di Maluku ternyata berasal dari kelompok sama yang juga pernah beraksi bak film laga. Kelompok itu pernah memuntahkan peluru ke sebuah kafe dari speed boat yang sedang melaju kencang.Hal itu terungkap dari pemeriksaan terhadap tiga pelaku penyerangan Pos Brimob di Seram Barat, Maluku dan penembakan 5 personel Brimob yang sudah ditangkap.Mereka berasal dari kelompok yang sama dengan pelaku penyerangan kafe dengan speed boat di Desa Hative Besar Kecamatan Baguala Kota Ambon pada 14 Februari 2005. Kedua aksi penyerangan itu menggunakan cara yang sama, yakni dengan speed boat."Kita sedang menelusuri motif penyerangan ini. Indikasinya mereka juga yang melakukan penyerangan pada suatu kafe di Ambon," kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar usai pembukaan ASEAN National Police (Aseanapol) ke-25 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (17/5/2005).Polisi telah memeriska pengemudi dan navigator speed boat untuk mengungkap kasus itu. Mereka adalah Libit, Anggato, dan Rinto. Mereka ditangkap di Pelabuhan Desa Hitu, Lehitu, Kabupaten Maluku Tengah Senin malam 16 Mei 2005, pukul 18.45 WIT. Status mereka hingga kini adalah saksi.Kepolisian menyimpulkan penyerangan yang dilakukan kelompok ini bertujuan untuk mengacaukan kembali daerah Ambon dan Maluku. Dari modus operandi yang mereka lakukan, kelompok ini selalu menyerang pada suatu tempat yang tidak jelas. Setelah menyerang, mereka kemudian lari tanpa tujuan yang jelas. Satu hal yang pasti, aksi mereka bertujuan untuk menimbulkan kesan bahwa daerah tersebut tidak aman."Modus operandinya menyerang suatu yang tempat yang tidak jelas. Seperti menyerang kafe lalu lari. Sekarang pun pada pos, usai menyerang juga lari. Setidaknya mereka menimbulkan kesan bahwa daerah itu tidak aman," jelas Da'i.Da'i menegaskan akan menuntaskan kasus ini. Polisi akan melakukan pendalaman atau pemeriksaan lebih intensif terhadap tiga pelaku yang sudah tertangkap. Setelah dilakukan pemeriksaan, maka akan diketahui motifnya. "Pemeriksaan dilakukan lebih intensif, nanti kita informasikan apa motif mereka," ujarnya.Insiden peledakan maupun penyerangan memang seolah-olah tidak pernah berhenti di Ambon. Tercatat sudah ada 9 kasus teror untuk tahun 2005 ini. Secara berturut-turut, kasus itu adalah peledakan bom di Ruko Batumerah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon (3/2), peledakan bom di lapangan bola Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon (4/2), penembakan di Dusun Waitatiri, Desa Suli, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (6/2).Kemudian penembakan terhadap kapal cepat KM Lai-lai di perairan Kabupaten Pulau Buru (7/2), penyerangan bersenjata terhadap salah satu kafe di Desa Hative Besar Kecamatan Baguala Kota Ambon (14/2), pelemparan granat di depan Gereja Sejahtera di Desa Lateri, Kecamatan Baguala Kota Ambon (5/2).Selanjutnya pelemparan granat yang terjadi di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau Kota (22/3), teror bom di Gereja Baith Eden, Kelurahan Karang Panjang Ambon Senin (28/3), dan yang terakhir adalah penyerangan Pos Brimob disertai penembakan yang menewaskan 5 personel Brimob dan seorang juru masak di Seram Barat, Maluku (16/5).
(atq/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































