"Optimis harus ada dasarnya yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, iman dan takwa (imtak). Saya yakin generasi muda bisa kejar ketertinggalan Indonesia dari bangsa-bangsa lain," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis dari MPR, Kamis (7/9/2017).
Hal ini disampaikan Zulkifli dalam Pidato Kebangsaan di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Balikpapan, Kalimantan Timur, hari ini.
Menurut Zulkifli, fakta sejarah menunjukkan bangsa yang maju adalah yang menguasai ilmu pengetahuan. Kuncinya kemauan untuk belajar, tidak berpuas diri, dan pantang menyerah.
"Lewat teknologi, sekarang siapapun bisa belajar apa saja di mana saja. Gerbang ilmu pengetahuan terbuka bagi mereka yang mau belajar, pantang menyerah dan mau membuka diri untuk hal baru," kata Zulkifli.
Ia mendorong generasi muda Indonesia tumbuh dengan kreativitas dan inovasi. "Globalisasi bukan untuk ditakuti, tapi dihadapi. Berikan temuan-temuan baru untuk bangsamu," ucap Zulkifli.
Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah nilai-nilai yaitu keimanan dan Ketakwaan pada yang kuasa. Dengan imtak, semua kemajuan teknologi diarahkan pada manfaat bagi sesama.
"Ingat sila pertama, kita bangsa ber-Tuhan. Kemajuan teknologi harus bermanfaat bagi negerinya, bagi masyarakat sekitarnya. Itulah iman dan takwa yang menuntun penguasaan iptek," tutup Zulkifli.
(nwy/ega)











































