Airport Helper Cueki Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 07 Sep 2017 13:48 WIB
Helper cueki penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Screenshot video)
Jakarta - Video helper cuek di Bandara Soekarno-Hatta cengkareng beredar dan tersebar lewat aplikasi pesan instan. Pihak bandara menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan tengah melakukan perubahan pola pikir.

"Pertama, saya mohon maaf. Karena kita coba ubah mindset mereka yang sudah lama jadi porter. Kami terus lakukan perbaikan pelayanan kepada penumpang," kata Branch Communication Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho ketika dihubungi detikcom, Kamis (7/9/2017).




Dia mengatakan pihak bandara terus melakukan evaluasi untuk peningkatan kinerja para helper. Prasetyo mengatakan, dirinya juga beberapa kali turun ke lapangan untuk melihat secara langsung layanan airport helper.

"Terkait video itu, memang secara kasat mata masih ada (yang tidak responsif). Tapi banyak juga dari pengguna jasa itu tidak menggunakan jasa mereka. Kan beberapa kali kita lihat di lapangan, memang mereka sudah menawarkan jasa tapi mereka sendiri yang tak mau ditolong," tutur Prasetyo.


Dia mengatakan, untuk meminta bantuan dari helper cukup menyampaikan permintaan secara langsung. Dijamin para helper akan tanpa sungkan membantu penumpang membawa barang bawaan mereka.

Prasetyo menyampaikan terima kasih kepada pihak yang membuat video tersebut. Menurutnya, hal itu adalah sebuah masukan agar pelayanan ke depan lebih baik lagi.


"Mereka siap, sangat siap (membantu). Tinggal panggil saja. 'Pak, tolong'. Mereka pasti menolong. Mereka (penumpang) juga tadi juga tadi dibantu oleh helper," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, jasa layanan airport helper ini sudah dijalankan sejak Jumat (1/9) lalu. Jasa ini tersedia di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.


"Jadi mindset-nya harus diubah, bukan lagi meminta atau memaksa dibayar, transaksi seperti itu sudah tidak ada lagi, semua gratis. Kami juga mengharapkan dari para pengguna jasa pun tidak memberikan tip lagi," ujar Dewandono Prasetyo, Jumat (1/9). (jbr/imk)