1.460 Prajurit dan Atlet Adu Jago dalam KSAL CUP di Kendari

1.460 Prajurit dan Atlet Adu Jago dalam KSAL CUP di Kendari

Siti Herlina - detikNews
Kamis, 07 Sep 2017 12:21 WIB
1.460 Prajurit dan Atlet Adu Jago dalam KSAL CUP di Kendari
Pembukaan KSAL Cup di Kendari (Siti Harlina/detikcom)
Kendari - KSAL Cup Olahraga Perairan 2017 digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kompetisi olahraga air ini diikuti 1.460 prajurit dan atlet.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana Muda (Laksda) Achmad Taufiqoerrochman membuka KSAL Cup Olahraga Perairan 2017 di Kota Kendari, Kamis (7/9/2017). Kompetisi olahraga tersebut diikuti oleh 1.460 peserta yang terdiri dari prajurit dan atlet dari seluruh Indonesia.

KSAL Cup mempertandingkan lima cabang olahraga antara lain dayung, layar, selam, ski air, serta memancing. Selain itu, ada juga perlombaan perahu hias yang memperebutkan piala gubernur.

KSAL Cup diselenggarakan selama dua hari yakni tanggal 7 hingga 9 September 2017. Wakil KSAL Laksda Achmad Taufiqoerrochman berharap kegiatan ini bisa membangun kembali budaya maritim di Indonesia sesuai temanya "Tingkatkan Budaya Maritim dan Cinta Bahari".

"Tidak mudah untuk menumbuhkan kembali budaya maritim Indonesia, diperlukan kerja sama oleh semua pihak. Melalui olahraga perairan ini tentu diharapkan budaya maritim semakin berkembang," katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit dan atlet yang ikut mengambil bagian dalam perlombaan tersebut agar tetap mengedepankan sportivitas dan utamakan keselamatan.

1.460 Prajurit dan Atlet Adu Jago dalam KSAL CUP di KendariWakil KSAL Laksda Achmad Taufiqoerrochman (Siti Harlina/detikcom)
Laksda Achmad juga menargetkan kegiatan ini bisa mendongkrak pariwisata di Kendari. Oleh karena itu, event dirancang supaya bisa dinikmati sampai malam hari.

"Memang biasanya pertandingan KSAL Cup kami laksanakan pada siang hari. Namun karena ada masukan bagus dari Lanal, sehingga kami juga selenggarakan malam hari agar potensi bahari juga bisa berkembang," katanya.

Panitia juga sudah menyiapkan segala hal yang akan diperlukan termasuk penerangan berupa lampu-lampu pada malam hari. Sehingga para atlet tidak akan merasa kesulitan mengadakan lomba pada malam hari.

Selain mengembangkan potensi wisata bahari di Kota Kendari, Taufik juga berharap agar KSAL Cup 2017 yang diikuti 1.460 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat.

"Outcome lainnya yang kami harapkan dari kegiatan ini yakni kesejahteraan bagi masyarakat setempat yang bisa dirasakan langsung. Sehingga kami mengajak seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk ikut ambil bagian," harapnya. (fay/fay)


Berita Terkait