Panwas Diminta Tindak Tegas Kampanye Ilegal di Sumbar
Selasa, 17 Mei 2005 01:15 WIB
Padang - Tindakan mencuri adalah sesuatu yang melanggar hukum. Pencuri start kampanye sebelum pilkada dimulai tentu juga melanggar hukum. Untuk itu, Panitia Pengawas (Panwas) diminta bisa menindak tegas para 'pencuri' itu.Menjelang pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), para pasangan cagub-cawagub gencar menggelar kampanye ilegal. Padahal, sesuai UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah kampanye dilakukan selama 14 hari dan berakhir 3 hari sebelum hari pemungutan suara. "Panwas harus tegas untuk mencopot dan memberi sanksi pasangan calon yang membandel," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Alvon KP, kepada detikcom di kantornya, Jalan Pekan Baru, Padang, Senin (16/5/2005) malam. Dikatakan Alvon, pada 9 Mei lalu seluruh pasangan calon sudah sepakat untuk tidak melakukan kampanye sebelum waktu yang ditetapkan. Ia menyayangkan KPUD Sumbar yang dinilai turut memfasilitasi pasangan calon untuk melakukan kampanye ilegal dengan menerbitkan media yang memuat profil serta visi-misi pasangan cagub dan cawagub Sumbar. "Dengan beredarnya media itu ke tangan warga, itu berarti sudah kampanye," ujarnya.Sementara itu, Koordinator Sosialiasi KPUD Sumbar Husni Kamil Manik, membantah media 8 halaman yang diterbitkan KPUD tersebut sebagai ajang kampanye ilegal untuk para pasangan cagub. "Itu media sosialisasi yang akan terus diterbitkan hingga September mendatang," kilahnya.Sebagai penyelenggara Pilkada, menurut Husni, KPUD wajib melakukan sosialisasi tersebut. "Masyarakat perlu tahu visi dan misi calon yang akan mereka pilih," tandasnya.Ketua Panwas Pilkada Sumbar, Hasril Chaniago, ketika dihubungi detikcom via ponselnya mengakui banyak media kampanye para cagub dan cawagub yang bertebaran di berbagai tempat di Sumbar. "Kita sudah minta pasangan cagub untuk mencopotnya namun masih ada yang membandel," ujarnya.Pihaknya sudah memberi batas waktu pada para pasangan cagub dan cawagub itu untuk mencopot seluruh atribut kampanyenya hingga 10 Mei lalu. "Kita lakukan pencopotan atribut di beberapa lokasi. Karena keterbatasan tenaga kita menargetkan barus selesai pada Rabu besok," tegasnya.
(ton/)











































