DetikNews
Rabu 06 September 2017, 16:12 WIB

Jaksa Tanya Sekjen Kemendes Soal Istilah 'Mission Impossible'

Faiq Hidayat - detikNews
Jaksa Tanya Sekjen Kemendes Soal Istilah Mission Impossible Sidang perkara dugaan suap opini WTP Kemendes di Pengadilan Tipikor, Rabu (6/9/2017).Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Jaksa membeberkan risalah rapat tentang expose evaluasi program dan kegiatan Dirjen PDTT anggaran 2016. Dalam rapat itu, Sekjen Kemendes Anwar Sanusi memberikan arahan kepada pejabat Kemendes.

"Ini ada istilah mission impossible?" tanya jaksa kepada Anwar Sanusi saat bersaksi dalam sidang terdakwa Sugito dan Djarot di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor), Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Namun sebelum Anwar menjawab, jaksa meminta tanggapan dari saksi lain yakni Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kemendesa PDTT, Taufik Madjid dan Kepala Bagian Analisa dan Pematauan Hasil Pengawasan Kemendes dan PDTT Dian Rediana.

"Apakah ada pernah mendapat arahan ini Pak?," tanya jaksa.

"Tidak pernah ada," jawab para saksi lain.

Anwar Sanusi kemudian menjelaskan istilah mission impossible untuk memberikan motivasi pejabat Kemendes. Arahan tersebut juga kerapkali disampaikan dalam pertemuan rapat.

"Artinya sungguh-sungguh, kami sampaikan kesempatan pertemuan. Bukan hanya di pertemuan ini bapak-bapak ini tidak ada. Itu setiap man jadda wajada setiap misi yang tidak mungkin insyaallah mungkin terjadi berhasil," kata Anwar.

Dalam dokumen risalah rapat tersebut, tertulis pimpinan rapat Irjen Kemendes PDTT Sugito. Rapat yang sedianya pada tanggal 20 Januari 2017 membahas tentang expose evaluasi program dan kegiatan Dirjen PDTT anggaran 2016.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Sekjen, Sekertaris Irjen, Inspektur 1, Inspektur 2, Inspektur 3, Inspektur 4, Inspektur 5 , Christyanto Koesomo, Tasrip, Harry Susanto. Beberapa arahan juga disampaikan Sekjen Kemendes PDTT Sugito.

Berikut beberapa arahan dari Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dalam notulen yang ditunjukkan jaksa pada KPK dalam persidangan:

1. Sesuai arahan Pak Menteri bahwa kita sudah melakukan perubahan dan cukup optimis dari perubahan tersebut hasilnya WTP. Fungsi kita sebagai unit yang melaksanakan fungsi manajemen dan fungsi pengawasan ini yang harus betul-betul mengawal kegiatan dan program yang berjalan.

2. Dan kita masih dihadapkan pada persoalan-persoalan pengelolaan kegiatan apalagi pengelolaan anggaran. Terutama kegiatan-kegiatan yang selama dua tahun ini belum sinkron dengan renstra yang sudah ada, maka itu mulai tahun ini Pak Menteri meminta ada satu unit khusus untuk mereview kegiatan tersebut dan meminta Pak Irjen agar dilibatkan. mulai dari perencanaan dan terwujud di RKA K/L.

3. Kemarin kita sudah WDP namun tidak usah kita ungkapkan energi yang kita keluarkan sangat luar biasa untuk bisa mencapai opini WDT tersebut. Namun jika kita terbiasa tertib maka tidak akan terasa berat namun jika tidak terbiasa maka akan kesusahan. Keinginan Pak Menteri harus kita kawal artinya begini bapak2/ibu2, kita jangan menyerah dulu sebelum permainan selesai, walaupun sepertinya misi kita ini adalah mission imposible namun kita ada disini untuk menyelesaikan masalah itu. Kita jangan berhenti sampai masalah selesai.

4. Sebelum kita dievaluasi orang lain, kita harus melakukan self correction sehingga kita bisa memperbaiki kesalahan kita. Semua hasil evaluasi tersebut strictly confidental hanya untuk konsumsi Pak Irjen, Pak Sekjen, bapak dan ibu yang ada di ruangan ini.
(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed