Kabag Operasional Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asfuri mengatakan ada faktor lain yang membuat Sadam tega membunuh korban yang juga masih tetanggannya itu. Dia mengatakan, Sadam marah karena sempat dihina dan ditantang oleh korban.
"Tersangka bersama pacarnya lewat depan tongkrongan korban. Lalu si pacar (Syiananda) dipanggil sama korban yang juga teman SMA-nya. Pelaku tidak terima, pulang ambil sajam kembali lagi nyari korban, dia bilang 'siapa tadi yang panggil-panggil pacar gue'," cerita Asfuri saat rilis di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang bukti penusukan di Johar Baru (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
Korban yang ada di lokasi langsung menyahut pertanyaan pelaku. Kemudian cekcok mulut sempat terjadi di antara keduanya.
Sadam pun mengeluarkan sajam jenis sangkur. Melihat hal itu, korban kabur. Tapi Sadam lalu mengejar dan menusuk di bagian dada kiri korban.
Pelaku tega melakukan pembunuhan karena cemburu pacarnya digoda (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
Peristiwa ini sempat menarik perhatian driver ojek online lainnya. Mereka sempat mendatangi Mapolsek Johar Baru sebagai bentuk solidaritas.
"Iya, korban itu driver Grab. Tadi banyak itu para driver ke Polsek Johar mungkin buat solidaritas," kata Kapolsek Johar Baru Kompol Maruhum Nababan saat dikonfirmasi terpisah.
Pelaku bersama kekasihnya berhasil diamankan di Jalan H Ten, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa (5/9) dini hari. Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buang sangkur bergagang hitam dan pakaian korban.
Kini pelaku akan dijerat pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP Jo pasal 353 ayat 3 KUHP, dan 351 ayat 3 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman 20 tahun. (cim/jbr)












































Barang bukti penusukan di Johar Baru (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Pelaku tega melakukan pembunuhan karena cemburu pacarnya digoda (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom)