"Ada begitu banyak tantangan menyukseskan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, salah satunya kemiskinan. Saya ingin forum ini mampu merumuskan dan mempromosikan pembangunan yang inklusif dan merata, sehingga tidak ada pihak yang ditinggalkan," kata Ketua DPR Setya Novanto lewat keterangan tertulisnya, Rabu (6/9/2017).
Forum ini diikuti 47 parlemen dari berbagai negara (Foto: dok. Istimewa) |
Novanto pagi tadi telah membuka acara ini didampingi tiga pimpinan DPR lainnya, yakni Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Turut mendampingi Novanto dalam acara pembukaan adalah Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema yang diangkat dalam acara ini ialah 'Achieving the 2030 Agenda through Inclusive Development'. Forum akan membahas perencanaan peran parlemen di berbagai negara untuk mengakhiri kemiskinan, memerangi kesenjangan dan ketidakadilan, serta menghadapi perubahan iklim.
"Saya berharap forum ini memberikan inspirasi bagi parlemen dunia mengintegrasikan tindakan terkait perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi, dan perencanaan nasional di negara masing-masing," ujar Novanto.
Selain itu, konflik maupun aksi kekerasan dan terorisme menjadi tantangan lain yang dihadapi. Sebab, hal itu dapat membalikkan kemajuan pembangunan yang telah dicapai oleh sebuah negara.
"Saya mendorong forum ini mewujudkan masyarakat dunia yang bebas dari ketakutan. Karena saya menyadari, pembangunan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya perdamaian," ucapnya.
Novanto didampingi tiga pimpinan DPR lainnya, yakni Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Juga Ketua BKSAP DPR Nurhayati Ali Assegaf. (Foto: dok. Istimewa) |
Di dalam forum ini juga akan dibahas upaya pencegahan dampak buruk perubahan iklim. Novanto berharap, forum ini memberikan inspirasi bagi parlemen dunia mengintegrasikan tindakan terkait perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi, dan perencanaan nasional di negara masing-masing.
"Satu yang perlu diperhatikan, penanganan perubahan iklim hendaknya mencerminkan keseimbangan dan keadilan, serta tidak menghambat pembangunan negara berkembang," tutur Ketum Golkar itu.
Ada 47 parlemen dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam forum ini, antara lain Bhutan, Chile, Fiji, Ghana, India, Zimbabwe, Kanada, Ekuador, Iran, Yordania, Meksiko, Portugal, Qatar, Korea Selatan, dan Turki. Selain itu, ada 19 observer, antara lain dari ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), UNDP, European Union, dan Migrant Care. Partisipan dalam forum ini ada sebanyak 285 orang.
"Tentu masih banyak lagi tantangan kompleks yang dihadapi. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk parlemen, harus menjalin kemitraan kolaboratif untuk melaksanakan rencana aksi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Peran penting parlemen dapat dilakukan melalui penetapan legislasi dan pengesahan anggaran serta memastikan adanya akuntabilitas pelaksanaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan berjalan efektif," terang Novanto.
Tema yang diangkat dalam acara ini ialah 'Achieving the 2030 Agenda through Inclusive Development'. (Foto: dok. Istimewa) |
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyatakan akan membawa rekomendasi DPR terkait konflik kekerasan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Bahkan salah satunya adalah rekomendasi ditariknya Nobel Perdamaian pimpinan Myanmar Aung San Suu Kyi.
"Kita akan rapim, kemudian rapat dengan pimpinan fraksi. Nanti akan kita jadikan rekomendasi politik resmi DPR RI," kata Taufik kepada wartawan Senin (4/9).
Bocoran awalnya, Taufik memastikan salah satu rekomendasi DPR adalah permintaan agar Nobel Perdamaian Suu Kyu dicabut. Suu Kyi dianggap gagal menjaga misi perdamaian dengan pembiaran yang terjadi di Rakhine. Di forum itu, Indonesia akan jadi yang paling santer menyerukan solidaritas untuk etnis Rohingya.
"Karena ini hal yang serius, karena di Rakhine sudah mengarah ke genosida," pungkasnya. (jbr/elz)












































Forum ini diikuti 47 parlemen dari berbagai negara (Foto: dok. Istimewa)
Novanto didampingi tiga pimpinan DPR lainnya, yakni Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Juga Ketua BKSAP DPR Nurhayati Ali Assegaf. (Foto: dok. Istimewa)
Tema yang diangkat dalam acara ini ialah 'Achieving the 2030 Agenda through Inclusive Development'. (Foto: dok. Istimewa)