Antara Menlu & Dubes Israel Serta Istri-Istri Mereka

Antara Menlu & Dubes Israel Serta Istri-Istri Mereka

- detikNews
Senin, 16 Mei 2005 17:25 WIB
Jakarta - Dua diplomat tinggi Israel terlibat percekcokan politik. Penyebabnya seputar akses ke Gedung Putih dan Madonna, ikon pop AS itu. Perseteruan itu melibatkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Silvan Shalom dengan Duta Besar (Dubes) Israel untuk AS, Danny Ayalon. Ketegangan antara kedua petinggi negeri Yahudi sebenarnya telah berlangsung berbulan-bulan.Menlu Shalom sangat membenci kebiasaan lama dalam hirarki diplomatik Israel. Yakni bahwa semua Dubes Israel harus melapor pada dirinya, kecuali Dubes untuk Washington, yang memegang posisi sensitif sehingga ia harus melapor langsung ke Perdana Menteri (PM) Ariel Sharon.Kejengkelan Shalom terhadap Ayalon memuncak ketika Dubes Israel itu gagal mendapatkan undangan bagi dirinya untuk berkunjung ke Gedung Putih. Menurut media-media Israel, Gedung Putih lebih suka berurusan langsung dengan PM Sharon melalui Ayalon. Bukan dengan Menlu Shalom. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (16/5/2005).Belakangan, perseteruan kedua figur itu melebar ke istri-istri mereka. Judy Nir-Moses, istri Shalom, dituduh berada di balik pemecatan seorang asisten Ayalon. Pemecatan ini dipicu oleh kegagalan asisten tersebut mempertemukan Nir-Moses dengan Madonna, ketika penyanyi cantik itu berkunjung ke Israel.Situasi kemudian semakin keruh. Koran lokal Yediot Ahronot, yang dimiliki keluarga Nir-Moses, memberitakan bahwa Anne Ayalon, istri Dubes Ayalon, telah melecehkan stafnya di kediaman resminya di Washington.Buntutnya, otoritas Israel mengirimkan investigator ke Washington untuk mengumpulkan informasi dari para pekerja kedutaan guna menyelidiki tuduhan itu. Menghadapi ini, Ayalon pun tidak mau tinggal diam. Ia mendesak Jaksa Agung Israel untuk menyelidiki tuduhan bahwa istri Shalom, Nir-Moses, mendalangi pemecatan asisten pribadinya karena gagal mengatur pertemuan dengan Madonna.Nir Moses membantah tuduhan itu. Ia berdalih bahwa dirinya tidak terlibat dalam pemecatan itu. Perempuan yang sangat dikenal di Israel itu, bahkan mencetuskan bahwa tuduhan itu sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian dari investigasi kasus Anne Ayalon. Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, pemecatan asisten tersebut, Liran Peterzil, semata-mata merupakan bagian dari penghematan biaya umum. Mana yang benar? (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads