Kasus Bank Mandiri, Nama Jampidsus Dicatut untuk Memeras

Kasus Bank Mandiri, Nama Jampidsus Dicatut untuk Memeras

- detikNews
Senin, 16 Mei 2005 16:30 WIB
Jakarta - Praktek suap rupanya masih dipercaya sebagai cara sakti 'membelokkan' penyidikan kasus korupsi. Buktinya, ada pihak yang terkait dugaan korupsi di Bank Mandiri tertipu untuk menyerahkan sejumlah uang kepada orang yang mengaku sebagai Jampidsus Hendarman Supandji.Adanya pencatutan nama jampidsus ini disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Soehandoyo. "Setelah ada penanganan kasus Bank Mandiri yang gencar, ada pencemaran nama baik jampidsus untuk memeras pihak-pihak yang diperiksa," katanya.Soehandoyo, merujuk pada keterangan jampidsus, menyatakan sudah ada yang tertipu hingga Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Namun tidak disebutkannya siapa yang telah tertipu, apakah debitur atau direksi Bank Mandiri, dan apakah sudah dijadikan tersangka."Belum, belum bisa disampaikan," kata Soehandoyo kepada wartawan di Kejagung, di Kejagung, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (16/5/2005).Menurut Soehandoyo, kasus ini masih diselidiki oleh intelijen kejagung. Ditakutkan. kalau disebutkan siapa korbannya akan mengganggu jalannya penyelidikan. "Kasusnya masih diintai intel kejaksaan," tukasnya.Soehandoyo juga belum mau menjelaskan modus penipuan oleh orang yang mengaku-aku sebagai jampidsus ini. Yang pasti, katanya, ada pihak yang menggunakan nama jampidsus untuk memeras orang-orang yang terkait kasus Bank Mandiri.Kemudian dijelaskannya, pencatutan nama jampidsus ini diperoleh dari info-info 'kawan-kawan kejaksaan'. Jampidsus Hendarman Supandji sendiri baru mengetahui kabar tersebut dini hari tadi, Senin (16/5/2005) pukul 00.00 WIB.Jampidsus juga telah melaporkan pencatutan nama dirinya kepada Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. "Beliau bilang ya hati-hati, jangan sampai kita kena," kata Soehandoyo menirukan tanggapan Jaksa Agung.Soehandoyo juga memastikan jika pelakunya ditemukan akan ditindak tegas. "Apabila dapat diketemukan pelakunya, kita tidak segan-segan mengambil tindakan tegas. Siapa pun dia." (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini